IKNPOS.ID – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat agresif. Ledakan besar tercatat terjadi pada pukul 17.36 WIB, melemparkan kolom abu setinggi 3.000 meter di atas puncak Mahameru.
Secara teknis, letusan ini mencapai ketinggian total 6.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan laporan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, kolom abu teramati berwarna kelabu pekat hingga cokelat tua dengan intensitas tebal yang condong tertiup angin ke arah tenggara.
“Erupsi terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm. Hingga laporan terakhir diterima, getaran dan muntahan material vulkanik masih berlangsung,” tegas Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru.
Guguran Terjang Besuk Kobokan Sepanjang 3.000 Meter
Sebelum ledakan besar di sore hari, Semeru sebenarnya sudah memberikan tanda bahaya sejak dini hari pukul 01.51 WIB.
Erupsi pembuka tersebut dibarengi dengan muntahan Awan Panas Guguran (APG) yang meluncur deras sejauh 3 kilometer menuju sektor tenggara, tepatnya ke arah aliran Besuk Kobokan.
Rentetan aktivitas ini memaksa otoritas berwenang untuk mempertahankan status Semeru pada Level III (Siaga).
Getaran gempa erupsi tercatat berdurasi sekitar 2 menit 25 detik, memberikan sinyal bahwa tekanan magma di dalam perut gunung masih sangat fluktuatif dan berbahaya.
Radius Larangan Aktivitas 13 Kilometer
Menanggapi situasi yang kian genting, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan instruksi tegas bagi masyarakat dan wisatawan.
Berikut Pembagian Zona Terlarang:
- Sektor Tenggara (Besuk Kobokan): Larangan total aktivitas dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi.
- Sempadan Sungai: Masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang jalur Besuk Kobokan karena ancaman aliran lahar yang bisa meluas hingga 17 kilometer.
- Radius Puncak: Dilarang keras berada dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif untuk menghindari risiko lontaran batu pijar.
Karena intensitas hujan yang tidak menentu, potensi bahaya sekunder berupa lahar dingin menjadi ancaman nyata. PVMBG mengingatkan warga di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak Semeru untuk tetap waspada.







