IKNPOS.ID – Pemerintah menegaskan bahwa Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga kini belum resmi menyandang status “Basilika”.
Penyematan gelar tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan otoritas Gereja Katolik dan Takhta Suci di Vatikan, bukan pemerintah Indonesia.
Bangunan gereja yang berlokasi di kawasan Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, memang hampir rampung secara fisik dengan progres mencapai 99 persen. Namun, penetapan status Basilika masih dalam proses pengajuan sesuai hukum kanonik Gereja Katolik.
Kemenag: Status Basilika Hanya Bisa Ditetapkan Paus
Staf Ahli Menteri Agama Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi, AM Adiyarto Sumardjono, meluruskan persepsi publik yang berkembang.
Menurutnya, istilah “Basilika” yang muncul dalam dokumen pembangunan saat ini hanyalah label administratif proyek konstruksi, bukan gelar keagamaan resmi.
“Status Basilika merupakan gelar kehormatan dalam Gereja Katolik yang hanya dapat diberikan oleh Paus melalui Takhta Suci Vatikan melalui proses kanonik yang ketat,” jelas Adiyarto.
Artinya, pemerintah tidak memiliki kewenangan dalam menetapkan status tersebut.
Menunggu Proses di Vatikan
Direktur Urusan Agama Katolik Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama, Salman Habeahan, menambahkan bahwa penetapan Basilica Minor harus melalui kajian mendalam oleh Vatikan.
Pengajuan resmi dilakukan melalui rekomendasi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sejak Juli 2024. Selanjutnya, Uskup Agung Samarinda sebagai pemimpin diosesan mengajukan permohonan kepada Paus.
Dalam tradisi Gereja Katolik universal, gelar Basilica Minor diberikan kepada gereja yang memiliki nilai historis, peran pastoral penting, serta menjadi pusat kehidupan liturgi umat.
“Kita menghormati kedaulatan otoritas Vatikan dalam menetapkan status tersebut,” tegas Salman.
Anggaran Rp704,9 Miliar, Kapasitas 2.500 Umat
Gereja yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp704,9 miliar ini dirancang menampung hingga 2.500 umat. Lokasinya berdekatan dengan Masjid Negara di kawasan inti IKN, mencerminkan semangat toleransi dan kemajemukan.







