IKNPOS.ID – Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Lebanon mengambil langkah pengamanan dengan mengevakuasi puluhan personelnya melalui Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, pada Senin 23 Februari 2026. Langkah ini dilakukan di tengah eskalasi ketegangan antara Teheran dan Washington yang terus meningkat.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa personel pemerintah AS non-darurat beserta anggota keluarga yang memenuhi syarat telah dipulangkan dari misi diplomatik tersebut. Ia menegaskan bahwa pengurangan staf ini bersifat sementara.
“Secara berkelanjutan kami terus menilai lingkungan keamanan, dan berdasarkan tinjauan terbaru, kami memutuskan langkah paling bijak adalah mengurangi kehadiran menjadi personel esensial,” ujar pejabat tersebut.
Ia memastikan operasional kedutaan tetap berjalan meski dengan jumlah staf terbatas. “Kedutaan tetap beroperasi dengan staf inti yang bertugas. Ini merupakan langkah sementara untuk memastikan keselamatan personel kami sekaligus mempertahankan kemampuan untuk beroperasi dan membantu warga negara AS,” tambahnya.
Melalui pernyataan di platform X, pihak kedutaan juga mengumumkan pembatasan aktivitas bagi para pegawainya. Disebutkan bahwa personel “dibatasi untuk melakukan perjalanan pribadi tanpa izin terlebih dahulu.”
“Kebijakan pembatasan perjalanan tambahan dapat diberlakukan terhadap personel AS di bawah tanggung jawab keamanan Kepala Perwakilan, dengan pemberitahuan singkat atau tanpa pemberitahuan sama sekali akibat meningkatnya persoalan atau ancaman keamanan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Situasi ini terjadi menjelang agenda pertemuan antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2). Pertemuan tersebut akan membahas kelanjutan potensi kesepakatan nuklir di tengah memanasnya dinamika kawasan serta spekulasi mengenai kemungkinan konflik terbuka.
Putaran perundingan terbaru itu digelar saat Amerika Serikat meningkatkan kekuatan militernya di Teluk Persia dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menggelar sejumlah latihan militer dalam beberapa hari terakhir.







