IKNPOS.ID – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pemerintah dalam menjalankan program pembangunan perumahan skala besar. Program ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.
Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T. Riady, menyampaikan bahwa pembangunan perumahan bukan semata solusi sosial, tetapi juga motor penggerak ekonomi.
“Ini bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga mesin ekonomi yang sangat kuat. Dalam jangka panjang, sektor ini berpotensi menambah pertumbuhan PDB sekitar 1 hingga 1,5 persen,” ujar James di Jakarta, Sabtu (14/02).
Menurutnya, proyek perumahan berkelanjutan akan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar serta menggerakkan berbagai sektor turunan, mulai dari industri bahan bangunan, logistik, hingga jasa keuangan. Sektor perumahan dinilai memiliki efek berganda (multiplier effect) yang cepat dan luas terhadap perekonomian.
“Hanya sedikit sektor yang memiliki dampak langsung dan cepat terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi seperti sektor perumahan,” tegasnya.
Dorong Kawasan Investasi dan Destinasi Wisata
Selain sektor perumahan, James juga menyoroti pentingnya pengembangan kawasan investasi dan destinasi pariwisata sebagai pilar pertumbuhan ekonomi ke depan. Pembangunan pabrik, pelabuhan, kawasan pertanian, hotel, hingga infrastruktur digital menjadi bagian dari agenda yang turut didukung Kadin.
Ia menekankan bahwa masa depan pertumbuhan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga oleh pengembangan kawasan investasi, destinasi wisata, wilayah pertanian, serta kota-kota sekunder yang tengah berkembang.
Lebih jauh, James menilai budaya memiliki peran strategis dalam diplomasi ekonomi. Budaya, menurutnya, tak sekadar warisan, tetapi juga mencakup sektor pariwisata, industri kreatif, kuliner, film, fesyen, musik, hingga konten digital.
“Dalam banyak kasus, budaya adalah duta pertama sebuah negara jauh sebelum perjanjian dagang ditandatangani. Ketika masyarakat saling menghargai budaya masing-masing, hubungan bisnis menjadi lebih mudah, lebih kuat, dan lebih berkelanjutan,” pungkasnya.