Home Pemerintahan Kemlu Tegaskan Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Bukan Normalisasi Politik
Pemerintahan

Kemlu Tegaskan Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Bukan Normalisasi Politik

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menekankan bahwa partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) tidak dapat ditafsirkan sebagai bentuk normalisasi hubungan politik

Share
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AD Donald Trump.
Share

IKNPOS.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menekankan bahwa partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) tidak dapat ditafsirkan sebagai bentuk normalisasi hubungan politik dengan pihak tertentu maupun legitimasi atas kebijakan negara mana pun.

Juru Bicara I Kemlu, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa kehadiran Indonesia didasarkan pada mandat kemanusiaan dan stabilisasi, termasuk perlindungan warga sipil serta dukungan rekonstruksi Gaza sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Kehadiran Indonesia di Board of Peace tidak dimaknai sebagai normalisasi hubungan politik dengan pihak mana pun atau sebagai legitimasi terhadap kebijakan negara mana pun. Keikutsertaan didasarkan pada mandat stabilisasi, perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi Gaza di Palestina sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB 2803,” kata Yvonne kepada wartawan, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menambahkan, komposisi keanggotaan dalam Board of Peace tidak mengubah sikap prinsip Indonesia. Dalam berbagai forum internasional, Indonesia secara konsisten menyerukan penghentian kekerasan terhadap warga sipil, mengecam pelanggaran hukum internasional—termasuk hukum humaniter internasional—di Gaza, serta mendorong akses bantuan kemanusiaan dan realisasi solusi dua negara.

“Dalam konteks tersebut, Indonesia melihat pentingnya keterlibatan para pihak yang berkonflik sebagai bagian dari proses menuju perdamaian,” imbuhnya.

Yvonne menegaskan Indonesia akan memanfaatkan posisinya di BoP untuk menguatkan upaya diplomasi demi terwujudnya solusi dua negara, sekaligus memastikan proses perdamaian tetap berpihak pada kepentingan rakyat Palestina.

“Indonesia oleh karenanya akan memanfaatkan keanggotaan di Board of Peace untuk juga aktif mendorong keterlibatan Otoritas Palestina dan memastikan seluruh proses tetap berorientasi pada kepentingan Palestina dan menghormati hak-hak dasar rakyat Palestina serta mendorong terwujudnya solusi dua negara,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri rapat perdana Board of Peace pada 19 Februari 2026.

Selain agenda tersebut, Presiden juga direncanakan menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

“Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Rabu, 11 Februari 2026.

Share
Related Articles
Isu PHK massal PPPK 2026
Pemerintahan

Isu PHK Massal PPPK 2026 Menyeruak, Menteri PAN-RB Rini Widyantini Beri Bantahan Tegas

IKNPOS.ID - Gelombang keresahan sempat melanda ribuan tenaga honorer dan Aparatur Sipil...

Pemerintahan

Kabar Gembira! Gaji ke-13 PNS 2026 Segera Cair: Cek Jadwal, Komponen, dan Besarannya

IKNPOS.ID - Setelah euforia Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2026 usai, Aparatur...

Mensos Saifullah Yusuf.
Pemerintahan

Geger! 2.708 Pegawai Kemensos “Mangkir” di Hari Pertama Masuk Lebaran 2026

IKNPOS.ID - Libur Lebaran 1447 Hijriah baru saja usai, namun suasana di...

Ini Cara Mudah Lapor SPT Tahunan 2026 via Coretax
Pemerintahan

Kabar Gembira! Batas Lapor SPT Tahunan 2026 Diperpanjang Hingga 30 April

IKNPOS.ID - Ada berita sejuk bagi Anda para wajib pajak di tengah...