IKNPOS.ID – Kabar mengejutkan datang dari tanah Borneo! Tahukah Anda bahwa jutaan buruh dan karyawan di Kalimantan saat ini sedang berjudi dengan nasib? Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) mengungkap data merah: masih ada sekitar 4,6 juta pekerja yang belum menyentuh perlindungan jaminan sosial. Angka ini menjadi alarm keras bagi stabilitas ekonomi masyarakat di lima provinsi Kalimantan.
Data Merah Kalimantan: Baru 41 Persen Pekerja yang Aman
Hingga penghujung 2025, realitas di lapangan ternyata cukup pahit. Dari total 7,9 juta angkatan kerja di Kalimantan, hanya sekitar 3,3 juta orang yang sudah terdaftar sebagai peserta Jamsostek. Artinya, jangkauan perlindungan baru menyentuh angka 41 persen. Jika Anda adalah salah satu dari jutaan pekerja yang belum terdaftar, risiko finansial akibat kecelakaan kerja atau kehilangan jabatan mengintai setiap saat.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan, Adi Hendratta, membeberkan ketimpangan yang terjadi antarprovinsi. Kalimantan Timur memang memimpin dengan angka kepesertaan di atas 50 persen. Namun, Kalimantan Barat masih terpuruk di posisi terendah dengan cakupan hanya 27 persen.
“Hingga 2025, terdata baru 41 persen pekerja di wilayah Kalimantan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kami berupaya menyasar sekitar 4,6 juta pekerja yang belum terlindungi pada 2026,” tegas Adi Hendratta di Banjarmasin, Senin (2/2/2026).
Dana Triliunan Mengalir: Bukti Nyata Jamsostek Bukan Sekadar Janji
Pemerintah tidak main-main dalam membuktikan kehadiran negara. Sepanjang tahun 2025, BPJSTK telah menyalurkan dana fantastis langsung ke kantong masyarakat Kalimantan. Bayangkan, Jaminan Hari Tua (JHT) saja mencatatkan 63.435 klaim dengan nominal mencapai Rp786,8 miliar! Dana segar ini terbukti menjadi penyelamat ekonomi keluarga saat masa produktif berakhir.
Tak hanya itu, Jaminan Kematian menyalurkan Rp105 miliar dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp70,2 miliar. Aliran dana ini menjadi tameng utama agar keluarga pekerja tidak jatuh ke jurang kemiskinan saat musibah datang tiba-tiba. Perlindungan ini mencakup Jaminan Pensiun hingga Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang masing-masing menyentuh angka puluhan miliar rupiah.
Kolaborasi Total: Media dan Pemda Jadi Kunci Utama
BPJSTK kini mengubah strategi dengan merangkul insan media massa dan pemerintah daerah hingga level desa. Sinergi ini bertujuan untuk menghancurkan tembok ketidaktahuan masyarakat akan pentingnya perlindungan ketenagakerjaan. Tanpa pemahaman yang benar, 4,6 juta pekerja tersebut akan tetap berada dalam zona bahaya tanpa jaring pengaman sosial.







