IKNPOS.ID – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Teluk Tomini pada Jumat pagi 30 Januari 2026. Getaran dirasakan oleh warga di sejumlah daerah, termasuk Minahasa Tenggara, meski tidak menimbulkan kerusakan.
Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan terasa dengan intensitas II–III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan digambarkan seperti ada truk besar yang melintas.
BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Selain itu, hasil pemodelan juga menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Monitoring lanjutan belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan.
Gempa terjadi pada pukul 08.15.29 WIB dengan magnitudo awal M5,1. Namun, setelah dilakukan pemutakhiran data, BMKG merevisi kekuatan gempa menjadi M4,8. Episenter gempa berada di laut, sekitar 106 kilometer arah tenggara Bolaang Uki, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 29 kilometer.
Plh Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Weniza, menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku,” kata Weniza dalam rilis BMKG yang dibagikan melalui grup percakapan “BMKG dan Stakeholder” di Manado.
Ia menambahkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust. *







