Home News Kiamat Bursa RI! Harta Taipan Lenyap Rp86 Triliun dalam Sekejap, Prajogo Pangestu Paling Boncos Usai Ultimatum MSCI
News

Kiamat Bursa RI! Harta Taipan Lenyap Rp86 Triliun dalam Sekejap, Prajogo Pangestu Paling Boncos Usai Ultimatum MSCI

Share
Kiamat Bursa RI! Harta Taipan Lenyap Rp86 Triliun dalam Sekejap, Prajogo Pangestu Paling Boncos Usai Ultimatum MSCI
Kekayaan taipan Indonesia anjlok Rp86 triliun usai peringatan keras MSCI soal transparansi bursa. Prajogo Pangestu rugi paling besar, harta susut Rp141 T!
Share

IKNPOS.ID – Kabar mengejutkan datang dari panggung ekonomi nasional yang bikin bulu kuduk merinding! Kekayaan para naga alias taipan paling tajir di Indonesia mendadak menguap hampir USD 22 miliar atau setara Rp86,46 triliun. Badai dahsyat ini menghantam setelah raksasa penyedia indeks saham dunia, MSCI Inc, melemparkan pernyataan pedas yang mempertanyakan kewajaran valuasi dan transparansi di Bursa Efek Indonesia.

Sentimen negatif ini bagaikan api yang menyambar bensin. Investor global langsung melakukan aksi jual masif karena ragu apakah harga saham perusahaan-perusahaan raksasa di Indonesia benar-benar mencerminkan nilai aslinya. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terjun bebas hingga 10% pada perdagangan Kamis (29/1/2026), menciptakan suasana mencekam di lantai bursa.

Prajogo Pangestu Kehilangan Rp141 Triliun, Taipan Lain Ikut ‘Berdarah’

Orang terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu, menjadi sosok yang paling merasakan pahitnya hantaman ini. Dalam waktu singkat, kekayaan bersih bos Barito Pacific ini menyusut drastis sekitar USD 9 miliar. Jika ditarik sejak awal tahun, total harta Prajogo sudah terkuras hingga USD 15 miliar atau sekitar Rp141 triliun akibat anjloknya saham-saham energi dan tambang miliknya.

Tak hanya Prajogo, taipan lain seperti Haryanto Tjiptodihardjo harus merelakan USD 3 miliar lenyap dalam dua hari karena saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) rontok 15%. Nama-nama besar seperti Michael Hartono hingga Low Tuck Kwong juga tak luput dari jeratan kerugian masif ini.

MSCI Nyalakan Lampu Merah: Isu Transparansi dan Kepemilikan Terpusat

Laporan MSCI menyoroti masalah pelaporan pemegang saham yang dianggap tidak transparan. Banyak investor menilai struktur kepemilikan saham di Indonesia terlalu terkonsentrasi pada segelintir individu, sehingga membuka ruang bagi praktik perdagangan yang tidak sehat atau manipulasi harga.

“Pembekuan oleh MSCI ini adalah tembakan peringatan. Jika regulator Indonesia mampu menunjukkan kemajuan, situasinya bisa cepat mereda. Jika tidak, premi risiko akan tetap tinggi,” ungkap Tareck Horchani, Kepala Prime Brokerage Dealing di Maybank Securities Singapura.

Share
Related Articles
Sidang Isbat Digelar 17 Februari, Masjid IKN Berpeluang Jadi Lokasi Rukyatul Hilal Ramadhan 2026
News

Masjid IKN Jadi Lokasi Rukyatul Hilal Ramadhan 2026?

IKNPOS.ID - Kementerian Agama memastikan Sidang Isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah...

DPR MARAH BESAR, Kapolresta Sleman DICOPOT
News

DPR MARAH BESAR! Kapolresta Sleman DICOPOT

IKNPOS.ID -  Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto, resmi dicopot dari jabatannya....

News

Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H Digelar 17 Februari, Masjid IKN Direncanakan Jadi Titik Rukyah

Kemenag memastikan pelaksanaan Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah akan digelar...

Cuaca Kaltim dan IKN
News

Kemenhub Perketat Kesiapan Transportasi Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

Kemenhub mengambil langkah penguatan kesiapsiagaan transportasi di berbagai simpul nasional menyusul potensi...