Home News Waspada Virus Nipah yang Menyerang India, Tidak Ada Vaksin dan Obat, Begini Gejalanya
News

Waspada Virus Nipah yang Menyerang India, Tidak Ada Vaksin dan Obat, Begini Gejalanya

Share
ilustrasi: Sampel darah pasien virus Nipah
Share

IKNPOS.ID – Merebaknya kasus virus Nipah di India kembali menjadi perhatian dunia kesehatan. Penyakit ini bukan kali pertama muncul, namun selalu memicu kewaspadaan tinggi karena tingkat kematiannya yang besar dan belum tersedianya vaksin maupun obat khusus.

Di tengah laporan infeksi di wilayah timur India, pemahaman mengenai apa itu virus Nipah dan bagaimana gejalanya menjadi hal penting bagi masyarakat.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yakni infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta antarmanusia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengelompokkan Nipah sebagai patogen berisiko tinggi karena berpotensi menimbulkan wabah serius dengan dampak fatal. Hingga kini, penanganan medis masih bersifat suportif, fokus pada perawatan gejala dan komplikasi yang muncul.

Sumber alami virus Nipah adalah kelelawar buah dari genus Pteropus. Penularan pada manusia umumnya terjadi akibat kontak dengan hewan yang terinfeksi atau mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi air liur, urin, atau feses kelelawar.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien yang sudah terinfeksi, termasuk di lingkungan keluarga maupun fasilitas kesehatan.

Setelah virus masuk ke tubuh, masa inkubasi Nipah tergolong cukup panjang. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat, gejala biasanya muncul dalam rentang empat hingga 21 hari setelah paparan. Dalam kasus tertentu, jeda waktu kemunculan gejala bisa lebih lama, meski kondisi tersebut jarang terjadi.

Pada tahap awal, infeksi virus Nipah sering kali menyerupai flu berat. Penderita dapat mengalami demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot, serta kelelahan ekstrem yang datang mendadak. Gejala ini kerap membuat infeksi sulit dibedakan dari penyakit infeksi lain pada fase awal.

Seiring perkembangan penyakit, sebagian pasien mulai mengalami gangguan pernapasan. Batuk, sesak napas, hingga pneumonia dapat muncul dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Kondisi ini menandakan infeksi telah memengaruhi sistem pernapasan dan membutuhkan penanganan medis intensif.

Share
Related Articles
News

Otorita IKN Hadirkan Pasar Murah untuk Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok

IKNPOS.ID - Menjelang momentum Idulfitri, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengambil langkah...

News

Tol IKN Dibuka saat Mudik Lebaran 2026, Jadi Jalur Alternatif Penghubung Kaltim dan Kalsel

IKNPOS.ID - Arus mudik Lebaran 2026 membawa kabar baru bagi masyarakat di...

News

Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek Mulai Padat, Pemudik Manfaatkan Fasilitas Istirahat

IKNPOS. ID - Rest area menjadi salah satu titik penting bagi para...

News

Pemudik Tinggalkan Jakarta Lewat Tol Layang MBZ di H-7 Lebaran, Arus Kendaraan Padat Lancar

IKNPOS.ID -  Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Jalan Layang...