IKNPOS.ID – Pergerakan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan. Dalam kurun dua hari terakhir, sedikitnya tiga pesawat milik Angkatan Udara AS terpantau berpindah dari Jerman menuju sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Kuwait dan Qatar.
Berdasarkan pantauan data Flightradar24, salah satu pesawat yang teridentifikasi adalah tanker udara Boeing KC-135R Stratotanker. Pesawat tersebut tercatat mendarat di Qatar pada Minggu sekitar pukul 18.23 GMT atau Senin dini hari pukul 01.23 WIB. Pesawat itu diduga kuat lepas landas dari Pangkalan Udara Ramstein, Jerman.
Selain pesawat tanker, pergerakan pesawat angkut militer juga terdeteksi. Pada Sabtu sekitar pukul 20.40 GMT atau Minggu pukul 03.40 WIB, sebuah Boeing C-17A Globemaster III mendarat di Kuwait dengan titik keberangkatan tercatat dari Trier, Jerman.
Masih di hari yang sama, sekitar pukul 21.54 GMT atau Minggu pukul 04.52 WIB, pesawat C-17A lainnya yang berangkat dari Pangkalan Udara AS Spangdahlem di Jerman dilaporkan menghilang dari radar saat melintasi wilayah selatan Kuwait.
Tak hanya itu, data Flightradar24 juga menunjukkan pengerahan pesawat angkut militer Lockheed Martin C-130J Hercules dari Bahrain menuju kawasan tengah Kuwait. Sementara itu, sebuah pesawat tanker KC-135R AS kembali terpantau mendarat di Qatar pada 25 Januari sekitar pukul 01.54 GMT atau 08.54 WIB.
Langkah ini sejalan dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 22 Januari lalu. Saat itu, Trump menyebutkan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS tengah bergerak mendekati Iran “untuk berjaga-jaga.”
Sebelumnya, Trump juga menyampaikan bahwa dirinya belum bisa memastikan apakah opsi intervensi militer terhadap Iran sepenuhnya dikesampingkan. Ia menegaskan tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi ke depan.
Sementara itu, laporan Wall Street Journal pada 21 Januari mengungkapkan bahwa AS telah mengerahkan jet tempur F-15E serta kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan Timur Tengah.
Laporan tersebut juga menyebutkan rencana penempatan tambahan sistem pertahanan udara, termasuk sistem rudal Patriot dan THAAD, guna memperkuat pertahanan di wilayah tersebut.







