IKNPOS.ID – Amerika Serikat pada Kamis mengumumkan telah menuntaskan seluruh tahapan pengunduran diri dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Keputusan ini menandai berakhirnya keterlibatan AS di badan kesehatan global tersebut setelah sebelumnya melontarkan kritik tajam atas penanganan pandemi COVID-19.
Pemerintah AS menilai WHO tidak mampu mengelola krisis kesehatan global secara efektif, serta dinilai gagal melakukan pembenahan internal. Selain itu, organisasi tersebut juga dituding memiliki celah terhadap “pengaruh politik” dari sejumlah negara anggotanya.
Langkah keluar dari WHO merupakan realisasi janji kampanye Donald Trump. Dalam pidato perdananya setelah dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari 2025, Trump langsung memerintahkan proses penarikan AS dari WHO untuk segera dijalankan.
Tidak hanya WHO, Trump juga kembali menarik AS dari Kesepakatan Paris terkait perubahan iklim. Kebijakan ini mengulang keputusan serupa yang pernah diambilnya pada periode pertama menjabat sebagai presiden.
Pengunduran diri AS dari WHO mencerminkan sikap skeptis Trump terhadap kerja sama multilateral. Keputusan tersebut diyakini akan membawa dampak signifikan bagi upaya global dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular, mengingat peran strategis AS selama ini.
Selama puluhan tahun, Amerika Serikat dikenal sebagai penyumbang dana terbesar bagi WHO. Organisasi kesehatan di bawah naungan PBB itu bermarkas di Jenewa, memiliki lebih dari 190 negara anggota, serta berperan dalam menyusun kebijakan kesehatan global secara terpadu.
Dalam kurun waktu setahun terakhir sejak proses pembatalan keanggotaan dimulai, pemerintahan Trump telah menghentikan aliran dana ke WHO, menarik seluruh pejabat AS dari organisasi tersebut, serta mengalihkan berbagai program kerja sama menjadi pendekatan bilateral dengan negara atau lembaga lain.
Ke depan, hubungan antara AS dan WHO hanya akan berlangsung secara terbatas, semata-mata untuk menyelesaikan tahapan administratif pengunduran diri tersebut.







