Home Borneo Bayang-bayang Kerusakan Lingkungan di Wilayah IKN: BPK Soroti Lemahnya Pengawasan Tambang Kaltim
Borneo

Bayang-bayang Kerusakan Lingkungan di Wilayah IKN: BPK Soroti Lemahnya Pengawasan Tambang Kaltim

Share
Pengawasan tambang Kalimantan Timur
BPK RI temukan lemahnya pengawasan sektor tambang di Kaltim yang mengancam ekosistem sekitar IKN. Pemprov Kaltim dorong pengembalian kewenangan pengawasan dari pusat.Foto:IG
Share

IKNPOS.ID – Posisi Kalimantan Timur sebagai rumah bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) kini menghadapi tantangan lingkungan yang serius. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Kaltim baru saja mengungkap adanya kelemahan signifikan dalam pengawasan sektor pertambangan yang berisiko merusak ekosistem dan lingkungan hidup di wilayah tersebut.

Temuan ini tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepatuhan sektor kehutanan dan lingkungan hidup. BPK menyoroti bagaimana aktivitas pertambangan yang tidak diawasi dengan ketat dapat mengancam keberlangsungan alam di Kaltim, yang saat ini menjadi perhatian dunia internasional seiring pembangunan IKN yang mengusung konsep kota hijau.

Dilema Kewenangan dan Ancaman Ekosistem

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, merespons temuan tersebut dengan menyoroti persoalan regulasi. Menurutnya, persoalan utama di lapangan bukan sekadar teknis pengawasan, melainkan keterbatasan wewenang pemerintah daerah. Berdasarkan aturan saat ini, sebagian besar kewenangan pengawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) berada di tangan pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah berharap kedepannya mendapatkan kewenangan lebih besar dalam pengawasan pertambangan dan lingkungan. Jika pengawasan kembali ke daerah, kita bisa melakukan kontrol yang lebih baik terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah kita, termasuk area penyangga IKN,” ujar Seno usai menerima LHP BPK, Rabu 21 Januari 2026.

Sorotan Terhadap Reklamasi dan Air Tanah

BPK menekankan beberapa poin krusial yang harus segera diperbaiki, terutama terkait pengelolaan lubang tambang (void) dan pelaksanaan kewajiban reklamasi. Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan air tanah oleh perusahaan tambang dinilai masih sangat longgar. Lemahnya kontrol ini tidak hanya merusak ketersediaan air permukaan bagi masyarakat, tetapi juga menyebabkan hilangnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Saat ini, terdapat lebih dari 400 IUP yang beroperasi di Kalimantan Timur. Seno menegaskan bahwa hampir seluruh perusahaan tersebut kini berada dalam pantauan. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim dijadwalkan akan melakukan tinjauan lapangan secara maraton untuk mengecek langsung kepatuhan perusahaan terhadap aturan lingkungan hidup.

Share
Related Articles
Pesan Rudy ke Bankaltimantara
Borneo

Mobil Dinas Range Rover Gubernur Kaltim Dikembalikan, Dana Rp7,54 Miliar Resmi Masuk Kas Daerah

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan proses pengembalian mobil dinas gubernur...

Operasi Ketupat Mahakam Kaltim 2026
Borneo

Kaltim Siaga Mudik! Operasi Ketupat Mahakam 2026 Siap Amankan Jalur Lebaran 13 Hari

IKNPOS.ID - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) mulai mematangkan strategi pengamanan...

Borneo

Hati-Hati Kehabisan! Stok Daging Ayam di Kalbar Melimpah Ruah, Tapi Nasib Sapi Potong Justru Genting?

IKNPOS.ID - Momen Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tinggal menghitung hari, dan...

Borneo

Meski Ekspor Turun, BI Proyeksikan Ekonomi Provinsi Penyangga IKN Tetap Tumbuh

IKNPOS.ID - Meski nilai ekspor mengalami penurunan akibat berbagai faktor global, Bank...