Home News Peran Fasilitas Keagamaan dalam Membangun IKN yang Inklusif
News

Peran Fasilitas Keagamaan dalam Membangun IKN yang Inklusif

Share
Share

IKNSPOS.ID – Fasilitas keagamaan menjadi salah satu elemen penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang inklusif.

Kehadiran Masjid Negara, Basilika, Gereja, Pura, dan Wihara di kawasan peribadatan Nusantara menunjukkan perhatian terhadap keberagaman agama dan budaya.

Setiap fasilitas menyediakan ruang bagi masyarakat untuk beribadah sekaligus membangun interaksi sosial, sehingga memfasilitasi integrasi lintas komunitas di ibu kota baru.

Masjid Negara sebagai Pusat Aktivitas Keagamaan

Masjid Negara menempati peran sentral sebagai fasilitas keagamaan terbesar di IKN.

Dengan kapasitas hingga puluhan ribu jamaah dan fasilitas modern yang mencakup ruang ibadah, mezanin, dan sarana pendukung lainnya, masjid ini dirancang untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan secara tertata dan nyaman.

Selain itu, masjid juga menjadi titik temu sosial bagi masyarakat dari berbagai daerah, mendorong interaksi yang harmonis dan meningkatkan kesadaran akan nilai toleransi.

Fasilitas Lintas Agama untuk Kehidupan Sosial yang Harmonis

Kawasan peribadatan IKN menghadirkan fasilitas lintas agama seperti Basilika, Gereja, Pura, dan Wihara. Kehadiran fasilitas ini bukan hanya memberikan ruang ibadah, tetapi juga memperkuat prinsip inklusivitas dan penghormatan terhadap keberagaman.

Dengan tersedianya sarana ibadah bagi berbagai agama, masyarakat memiliki kesempatan untuk saling berinteraksi dalam konteks sosial dan budaya, menciptakan atmosfer kota yang ramah, terbuka, dan harmonis.

Mendukung Kegiatan Keagamaan dan Budaya

Fasilitas keagamaan di IKN juga mempersiapkan diri untuk menyambut kegiatan rutin maupun momen besar, seperti Ramadan dan perayaan hari besar keagamaan lainnya.

Manajemen fasilitas yang baik memastikan kelancaran aktivitas ibadah, pengajian, kajian, dan interaksi sosial.

Dengan kapasitas yang memadai dan perencanaan yang matang, fasilitas keagamaan menjadi motor penggerak kegiatan spiritual sekaligus sosial, memperkuat peran IKN sebagai kota yang inklusif dan berkehidupan harmonis.

Share
Related Articles
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (kiri) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi (kanan) menyampaikan keterangan pers di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/01/2026). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai berkantor di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama proses reformasi dan penguatan pasar modal Indonesia agar BEI mampu setara dengan standar dan perkembangan bursa di mancanegara. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
News

Ketua OJK Mundur Jadi Tanggung Jawab Moral Dukung Pemulihan

iknpos.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa Ketua Dewan Komisioner OJK...

News

Pasangan di Aceh Dihukum Cambuk 140 Kali karena Langgar Syariah

IKNPOS.ID - Baru-baru ini, sebuah kasus menonjol terjadi di Aceh, Indonesia, ketika...

News

Memperkuat Kearifan Lokal Dayak dalam Pembangunan IKN

IKNPOS.ID - Pak Bas membuka Musyawarah Besar VII Persekutuan Dayak Kalimantan Timur...

News

Tina Talisa Kunjungi IKN, Fokus pada Infrastruktur dan Pariwisata

IKNPOS.ID - Baru-baru ini, Tina Talisa, mantan presenter televisi nasional yang kini...