Home Arsitektur IKN Pakar Arsitektur Ingatkan Desain Masjid Negara IKN Jangan Hanya Kejar Estetika Tapi Abaikan Fikih
Arsitektur IKN

Pakar Arsitektur Ingatkan Desain Masjid Negara IKN Jangan Hanya Kejar Estetika Tapi Abaikan Fikih

Share
Kritik desain Masjid Negara IKN
Arsitek IAI kritik desain Masjid Negara IKN yang berbentuk lingkaran. Dinilai berpotensi menyulitkan penyusunan shaf dan abaikan prinsip fikih ibadah.Foto:IKN
Share

IKNPOS.ID – Rancangan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini tengah menjadi sorotan tajam dari kalangan profesional. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) melalui arsitek senior Fauzan A.T. Noe’man memberikan catatan kritis terkait bentuk dasar bangunan yang dinilai berpotensi menyulitkan jemaah dalam melaksanakan ibadah shalat sesuai kaidah fikih.

Dilema Bentuk Lingkaran dan Orientasi Kiblat
Kritik utama tertuju pada penggunaan bentuk dasar lingkaran dalam desain awal masjid tersebut. Fauzan menilai ruang yang tidak linear atau tidak lurus ini akan menyulitkan penyusunan shaf yang rapi. Padahal, dalam syariat Islam, kerapian dan kelurusan shaf merupakan bagian penting dari kesempurnaan shalat berjamaah.

“Bentuk dasar lingkaran mengakibatkan shaf paling depan, yang menurut fikih merupakan shaf terbaik, menjadi tidak terbaca dan sulit dicapai,” ungkap Fauzan dalam ulasannya.

Ia menambahkan, meski nantinya garis shaf bisa ditandai secara visual, orientasi ruang yang sentris berisiko mengganggu fokus jemaah dalam menghadap kiblat secara presisi. Hal ini dikhawatirkan dapat mengurangi kekhusyukan umat saat beribadah di bangunan yang seharusnya menjadi simbol nasional tersebut.

Lahan Luas IKN Bukan Kondisi Darurat
Fauzan menekankan bahwa perancang seharusnya tidak menggunakan pendekatan “hukum darurat” dalam mendesain Masjid Negara IKN. Menurutnya, alasan keterbatasan ruang biasanya menjadi dalih penggunaan desain yang tidak konvensional, namun IKN memiliki lahan yang sangat luas.

Ketersediaan lahan yang melimpah di Kalimantan Timur seharusnya memberikan keleluasaan bagi arsitek untuk merancang masjid yang selaras dengan prinsip fikih, orientasi kiblat, dan kenyamanan sirkulasi jemaah.

Fauzan mengingatkan bahwa arsitek memiliki tanggung jawab besar untuk mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam setiap keputusan desain, bukan sekadar mengejar pengakuan visual atau bentuk ikonik yang megah.

Soroti Biaya Perawatan dan Keberlanjutan
Selain persoalan shaf, kritik juga mengarah pada aspek operasional. Bangunan dengan desain kompleks dan biaya konstruksi tinggi biasanya diikuti oleh biaya perawatan yang mahal. Fauzan mengingatkan agar aspek keberlanjutan operasional menjadi prioritas, mengingat masjid ini akan berskala nasional.

Share
Related Articles
Arsitektur IKN

Investasi di IKN Tembus Rp65,3 Triliun, Basuki Pastikan Proyek Jalan Terus di Era Prabowo

IKNPOS.ID - Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur makin...

Arsitektur IKN

OIKN Beberkan 5 Tahap Pembangunan IKN, Target 99% Rampung dan Jadi Kota Dunia!

IKNPOS.ID - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menggarap pembangunan calon ibu...

Arsitektur IKN

IKN Ditarget Jadi Ibu Kota Politik 2028, Kawasan Legislatif dan Yudikatif Rampung Desember 2027

IKNPOS.ID - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dikebut. Otorita IKN menargetkan...

Arsitektur IKN

OIKN Targetkan Pembangunan IKN Rampung 2027, Siap Jadi Ibu Kota Politik Indonesia 2028

IKNPOS.ID - Badan Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) menegaskan bahwa pembangunan IKN...