IKNPOS.ID – Pertemuan Senegal dan Mesir di semi-final Afcon 2025 kembali menghadirkan momen pahit bagi Mohamed Salah. Di Grand Stade de Tangier, Sadio Mane memastikan kemenangan 1-0 bagi Senegal dengan gol menit ke-78, sekaligus mengulang sejarah dominasi atas rekan lamanya di Liverpool pada ajang internasional.
Sadio Mane Jadi Penentu Sekali Lagi
Mane menunjukkan kelasnya sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Gol tunggalnya memastikan Senegal melaju ke final Afcon, sekaligus menunda ambisi Mesir meraih gelar Piala Afrika pertama sejak 2010. Ini bukan pertama kali Mane menjadi mimpi buruk bagi Salah. Pada final 2021, Mane mencetak penalti penentu yang menyingkirkan Mesir. Tidak lama kemudian, dalam kualifikasi Piala Dunia 2022, Mane kembali unggul lewat adu penalti saat Salah gagal mengeksekusi kesempatan krusial.
Setelah pertandingan, Mane menyatakan, “Mohamed telah melakukan segalanya untuk timnya. Sayangnya, salah satu dari kami harus kalah. Saya senang bisa berada di final.” Pernyataan ini menegaskan rivalitas profesional antara dua pemain yang pernah menjadi rekan setim di Liverpool.
Kekecewaan dan Harapan Mohamed Salah
Bagi Salah, kekalahan ini menambah daftar panjang kekecewaan di level internasional. Pemain Mesir berusia 33 tahun ini telah meraih hampir semua trofi klub, termasuk Premier League dan Champions League, namun gelar Afcon tetap menjadi target yang belum tercapai. Mesir sempat tampil apik di perempat-final melawan Pantai Gading, namun ketergantungan pada momen individual dari Salah dan Omar Marmoush membuat mereka kesulitan menembus pertahanan Senegal.
Salah menegaskan rasa frustrasinya, “Tidak ada orang yang lebih ingin memenangkan trofi ini daripada saya.” Kekalahan ini menjadi pengingat pahit bagi Mesir di era Salah, menyusul kegagalan pada final 2017 dan 2021, serta kini di semi-final 2025.
Pandangan Para Legenda
John Obi Mikel, mantan gelandang Nigeria dan Chelsea, menilai Salah masih memiliki peluang untuk mencoba lagi. “Kita semua penggemar Mo Salah. Dia telah memenangkan semua gelar di level klub, tapi gelar Afcon adalah yang paling ingin dicapai. Sekarang dia perlu fokus pada kariernya di Liverpool dan persiapan turnamen berikutnya,” katanya.
Hassan Kachloul, mantan gelandang Maroko, memberi peringatan bahwa kesempatan Salah tidak akan selamanya terbuka. “Dia akan bermain lagi dalam dua tahun. Jika tidak berhasil, ini bisa menjadi gelar yang terlewat karena peluangnya tidak banyak,” ujarnya.