Home Ragam Mengenal Filosofi dan Makna Beseprah, Tradisi Makan Bersama Khas Kalimantan Timur
Ragam

Mengenal Filosofi dan Makna Beseprah, Tradisi Makan Bersama Khas Kalimantan Timur

Share
Beseprah
Beseprah, tradisi makan bersama Kalimantan Timur khususnya Kutai (indonesia kaya)
Share

IKNPOS.ID – Di banyak tempat, waktu makan, terutama sarapan, sering menjadi momen singkat yang dilewati dengan tergesa. Namun, tidak demikian bagi masyarakat Kutai di Kalimantan Timur. Bagi mereka, sarapan justru menjadi ruang kebersamaan yang sarat makna melalui sebuah tradisi luhur bernama beseprah.

Beseprah bukan sekadar aktivitas makan bersama. Tradisi ini adalah simbol persaudaraan, kesetaraan, dan kedekatan sosial yang telah hidup ratusan tahun dalam denyut kehidupan masyarakat Kutai.

Apa Itu Beseprah?

Dilansir dari indonesiakaya, secara etimologis, beseprah berasal dari bahasa Kutai yang berarti makan bersama-sama. Tradisi ini dilakukan dengan duduk bersila di atas tikar atau kain panjang, saling berhadapan dan bersebelahan, tanpa memandang perbedaan status sosial, usia, maupun latar belakang.

Dalam beseprah, pejabat bisa duduk sejajar dengan rakyat biasa, tamu kehormatan bersantap bersama warga, dan keluarga besar berkumpul tanpa sekat. Inilah wujud nyata filosofi kesetaraan yang dijunjung tinggi masyarakat Kutai.

Tradisi beseprah kerap digelar dalam berbagai peristiwa penting, seperti pernikahan, kelahiran, penyambutan tamu agung, kegiatan adat, hingga puncak Upacara Erau—ritual budaya terbesar di Kutai Kartanegara.

Jejak Sejarah Beseprah

Meski tidak ada catatan tertulis tentang kapan persis beseprah pertama kali dilaksanakan, tradisi ini diyakini telah mengakar kuat sejak abad ke-12 Masehi. Beseprah berkaitan erat dengan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, khususnya pada masa Sultan Aji Batara Agung Dewa Sakti.

Pada masa itu, beseprah menjadi cara sultan menjamu rakyatnya. Sang penguasa mengundang masyarakat untuk makan bersama sebagai simbol bahwa pemimpin dan rakyat berada dalam satu ikatan: saling mendengar, saling memahami, dan saling menguatkan.

Lebih dari jamuan makan, beseprah menjadi ruang dialog sosial. Rakyat dapat menyampaikan harapan, keluh kesah, dan cerita kehidupan, sementara sultan hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sosok yang berjarak.

Share
Related Articles
Mafia Pangan
Ragam

Prof. Sembiring: Defian Qory Afiliasi Mafia Pangan, Mengaku Staf Bappenas

IKNPOS.ID - Prof. Hasil Sembiring, peneliti di International Rice Research Institute (IRRI),...

PLN UIP Nusra
Ragam

PLN UIP Nusra Bangun Ruang Kelas Baru untuk SDN Ara, Bupati Manggarai Apresiasi Dukungan PLN bagi Pendidikan di Ulumbu

IKNPOS.ID - PT PLN (Persero) terus memperkuat perannya sebagai penggerak pembangunan nasional...

wondr Kemala Run 2026
Ragam

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

IKNPOS.ID - Ajang lari internasional wondr Kemala Run 2026 tak hanya menjadi...

BNI
Ragam

Waspada Kejahatan Siber, BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect

IKNPOS.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengingatkan nasabah untuk...