IKNPOS.ID – Ambeien atau wasir kerap dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian dan menimbulkan nyeri saat buang air besar.
Menurut dokter spesialis bedah umum lulusan Universitas Indonesia, dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp.B, pencegahan ambeien dapat dimulai dari hal sederhana: menjaga pola makan dan gaya hidup sehat.
Wasir terjadi akibat pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus atau rektum bagian bawah. Pembuluh darah yang melebar ini menyebabkan penumpukan darah hingga membentuk benjolan lunak yang terasa nyeri, perih, bahkan bisa berdarah.
“Penyebab paling sering ambeien itu gaya hidup. Duduk terlalu lama dan jarang makan sayur menjadi faktor utama,” ujar dr. Franky dalam temu media di Jakarta, Senin (12/1).
Makanan Pemicu Ambeien
Menurut dr. Franky, salah satu pemicu utama munculnya ambeien adalah pola makan rendah serat yang menyebabkan tekanan berlebih pada anus saat buang air besar.
Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain:
- Buah durian dan nanas
- Makanan pedas
- Minuman beralkohol
- Makanan yang memicu gas berlebih
Jenis makanan tersebut dapat mempercepat gerakan usus atau disebut hiperperistaltik, sehingga tekanan di area anus meningkat.
“Gerakan usus jadi terlalu cepat, sementara proses buang air besar tidak semudah itu. Akibatnya, anus dipaksa bekerja lebih keras dan tekanannya meningkat,” jelas dokter yang praktik di RS Pondok Indah–Puri Indah tersebut.
Kebiasaan Makan Pedas
Makanan pedas juga menjadi sorotan khusus. Konsumsi berlebihan dapat memicu diare berkepanjangan, yang secara tidak langsung meningkatkan tekanan di anus, mirip dengan efek obat pencahar.
“Orang Asia, termasuk Indonesia, sangat gemar makanan pedas. Karena itu, kasus ambeien cukup mudah ditemukan,” ungkapnya.
Kurang Serat
Tak kalah penting, dr. Franky menegaskan bahwa kurangnya asupan serat dari sayur dan buah membuat feses menjadi keras. Kondisi ini memaksa seseorang mengejan lebih kuat saat buang air besar, sehingga risiko ambeien semakin tinggi.
“Kalau feses keras, tekanan saat mengejan pasti meningkat. Ini yang lama-lama memicu pembengkakan pembuluh darah di anus,” katanya.







