IKNPOS.ID – Target tinggi dicanangkan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2026. Dinsos Kaltim menargetkan penurunan angka kemiskinan dari 5,17 persen menjadi kisaran tiga persen pada tahun 2026.
“Target penurunan ini menjadi prioritas utama kami sesuai dengan amanat rencana pembangunan jangka menengah daerah,” ujar Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, Minggu, 12 Januari 2026, dikutip Antara.
Target penurunan angka kemiskinan ini akan dicapai melalui empat program strategis. Pertama, berfokus pada peningkatan pendapatan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui bantuan usaha ekonomi produktif.
“Pemerintah menyiapkan bantuan modal usaha senilai Rp5 juta bagi KPM untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat prasejahtera,” ujar Andi.
Ia menjelaskan, target sasaran program ini ditetapkan sebanyak 1.000 keluarga dan diupayakan bertambah menjadi 1.500 penerima melalui anggaran perubahan 2026.
Penguatan Rehabilitasi Sosial
“Strategi kedua mencakup penguatan layanan rehabilitasi sosial dengan mengoperasikan panti penyandang disabilitas baru di Kawasan Rapak Dalam,” kata Andi.
Fasilitas panti rehabilitasi penyandang disabilitas tersebut memiliki kapasitas maksimal 200 orang dan difungsikan sebagai pusat pelatihan pengembangan keterampilan.
Ditambahkan Andi, program ketiga menyasar pemberdayaan masyarakat melalui penguatan peran relawan dan pekerja sosial untuk menciptakan ekosistem sosial yang terpadu.
Sementara program keempat, Dinsos Kaltim akan bersinergi dengan pemerintah pusat dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan.
“Sekolah ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kategori miskin ekstrem pada Desil I dan II agar mendapatkan akses pendidikan berkualitas,” kata Andi.
Ia mengatakan pemerintah pusat mengucurkan dana sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan satu gedung sekolah permanen yang mampu menampung 1.000 siswa dari keluarga miskin.
Pembangunan fisik sekolah ditempatkan di tiga lokasi tambahan, yakni Bukit Biru di Kabupaten Kutai Kartanegara, Lawe-Lawe di Penajam Paser Utara, dan Bontang pada periode 2026 hingga 2027.







