Home News GILAAA! Trump Klaim Jadi ‘Presiden Sementara Venezuela’ di Medsos
News

GILAAA! Trump Klaim Jadi ‘Presiden Sementara Venezuela’ di Medsos

Share
GILAAA! Trump Klaim Jadi ‘Presiden Sementara Venezuela’ di Medsos
GILAAA! Trump Klaim Jadi ‘Presiden Sementara Venezuela’ di Medsos
Share

IKNPOS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat klaim mengejutkan. Dia menyebut dirinya sebagai “Presiden Sementara Venezuela” melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada 12 Januari 2026.

Dalam unggahan tersebut, ia menampilkan gambarnya dengan status “Acting President of Venezuela” dan mencantumkan Januari 2026 sebagai masa jabatannya.

Akun tersebut juga menyinggung posisinya sebagai Presiden ke-45 dan ke-47 Amerika Serikat, menandakan ia sedang menjabat sejak 20 Januari 2025.

Namun, klaim ini tidak tercatat dalam catatan pemerintahan Venezuela, di mana Delcy Rodríguez secara resmi telah dilantik sebagai presiden sementara setelah penahanan Nicolás Maduro awal Januari 2026.

Klaim Trump muncul di tengah laporan-laporan tentang intervensi besar-besaran Amerika Serikat di Venezuela awal bulan ini.

Termasuk operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Laporan internasional menyebut pasukan AS menangkap dan membawa kedua tokoh itu keluar dari Venezuela, serta mendakwa mereka atas tuduhan narkoterorisme di pengadilan federal New York.

Trump kemudian menyebut bahwa pemerintahan AS akan mengelola Venezuela sementara waktu sampai ada transisi yang aman dan tepat.

Ia berargumen langkah ini perlu untuk mencegah kekosongan pemerintahan atau pengambilalihan oleh pihak yang merugikan rakyat Venezuela.

Reaksi Resmi Kepemimpinan Venezuela

Meskipun postingan Trump tersebar luas di media sosial, status tersebut tidak diakui oleh pemerintahan internasional maupun lembaga internasional sebagai perubahan resmi kepemimpinan Venezuela.

Kekuasaan resmi Venezuela saat ini dikuasai oleh Delcy Rodríguez, yang telah dilantik sebagai presiden sementara melalui proses internal setelah penahanan Maduro.

Sejumlah pemimpin dunia telah menyerukan de-eskalasi dan penghormatan terhadap hukum internasional di tengah kontroversi ini, menunjukkan kekhawatiran tentang campur tangan asing yang melanggar kedaulatan suatu negara.

Share
Related Articles
News

Tolak Perkum untuk Jegal Gus Yusuf, Ini 7 Poin Sikap Aspirasi Muda Nahdliyin

JAKARTA- Aspirasi Muda Nahdliyin menyatakan sikap menolak penggunaan Peraturan Perkumpulan (Perkum) sebagai...

air limbah
News

Miris! Akses Air Limbah dan Sanitasi Indonesia Terendah di ASEAN

IKNPOS.ID - Kualitas akses layanan air minum dan pengelolaan air limbah yang...

buruh tambang kaltim
News

Imbas Ketidakpastian Perpanjangan IUP: 15 Ribu Buruh Tambang di Kaltim Terancam Jadi Pengangguran

IKNPOS.ID – Ketidakpastian perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) mulai berdampak luas terhadap...