Home News Krisis Iran Memanas! Korban Tewas Tembus 538 Jiwa, Teheran Ancam Serang Pangkalan Militer AS
News

Krisis Iran Memanas! Korban Tewas Tembus 538 Jiwa, Teheran Ancam Serang Pangkalan Militer AS

Share
Demonstrasi Iran 2026 korban tewas
Korban jiwa dalam demonstrasi besar-besaran di Iran kini mencapai 538 orang. Ketegangan meningkat saat Teheran mengancam akan menyerang target militer AS dan Israel.Foto:X
Share

IKNPOS.ID – Gelombang demonstrasi yang melanda Iran selama dua pekan terakhir berujung pada tragedi kemanusiaan yang memilukan. Aktivis hak asasi manusia melaporkan bahwa sedikitnya 538 orang tewas akibat tindakan keras aparat keamanan dalam upaya meredam protes nasional tersebut. Selain korban jiwa, lembaga Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat lebih dari 10.600 orang kini berada dalam tahanan otoritas Iran.

Data rinci menunjukkan bahwa 490 korban tewas merupakan warga sipil peserta aksi, sementara 48 lainnya berasal dari pihak keamanan. Angka ini diperkirakan terus bertambah mengingat sulitnya verifikasi data secara independen akibat pemutusan akses internet dan jaringan telepon oleh pemerintah Teheran. Pemutusan komunikasi ini memicu kekhawatiran global bahwa pihak keamanan akan bertindak lebih represif tanpa pantauan dunia luar.

Menanggapi situasi ini, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baagher Qalibaf, melontarkan ancaman keras dalam pidatonya.

Ia menegaskan bahwa pusat-pusat militer, pangkalan, hingga kapal perang Amerika Serikat di kawasan Teluk, serta wilayah Israel, akan menjadi target sah militer Iran jika Washington menggunakan kekuatan fisik untuk melindungi demonstran. Ancaman ini diiringi teriakan retorika anti-Amerika dari para anggota parlemen di tengah ketegangan yang belum mereda.

Di Washington, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menyiapkan langkah-langkah responsif yang kuat terhadap ancaman tersebut. Opsi yang dipertimbangkan mencakup serangan siber hingga serangan militer langsung.

Trump menekankan bahwa setiap tindakan pembalasan dari Iran akan memicu serangan balik pada tingkat yang belum pernah dialami negara tersebut sebelumnya. Saat ini, militer AS telah menyiagakan kekuatan tempur penuh di Timur Tengah untuk melindungi aset dan sekutu mereka.

Konflik ini berakar dari protes ekonomi yang meledak pada 28 Desember lalu, dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial Iran hingga menembus angka 1,4 juta per dolar AS. Sanksi internasional terkait program nuklir telah melumpuhkan ekonomi negara tersebut, hingga akhirnya keresahan warga berkembang menjadi gerakan yang menantang sistem teokrasi Iran secara terbuka.

Share