IKNPOS.ID – Antusiasme masyarakat terhadap infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) melonjak tajam. Selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Tercatat sebanyak 90.000 kendaraan telah menjajal jalur bebas hambatan yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan kawasan IKN tersebut.
Lonjakan ini membuktikan aksesibilitas menuju ibu kota baru kini menjadi urat nadi utama di Kalimantan Timur.
Keberhasilan operasional terbatas ini menobatkan tol IKN sebagai proyek prestisius dengan catatan khusus.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, mengungkapkan kebanggaannya atas kelancaran arus lalu lintas di jalur sepanjang puluhan kilometer tersebut.
“Tol IKN menjadi jalan bebas hambatan terpanjang di Indonesia yang difungsikan secara fungsional, dengan total panjang mencapai 50,2 kilometer,” tegas Yudi Hardiana.
Selama 16 hari masa uji coba fungsional, rata-rata harian kendaraan yang melintas mencapai angka 4.000 hingga 5.000 unit.
Kondisi di lapangan dilaporkan sangat kondusif tanpa adanya kendala atau gangguan keamanan yang berarti, meski volume kendaraan cukup tinggi.
Sebelumnya, pemerintah membuka jalur ini sejak 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Jam operasional dibatasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA.
Tujuannya untuk memastikan keselamatan pengendara di jalur yang masih dalam tahap pengembangan tersebut.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Pembangunan IKN II, Alfin Jerry menjelaskan titik masuk utama dimulai dari Gerbang Tol Manggar yang terhubung dengan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).
Pengguna jalan kemudian akan keluar melalui akses Bandara Internasional Nusantara di Kelurahan Pantai Lango, Penajam, yang menjadi gerbang menuju Kabupaten Penajam Paser Utara maupun arah Kalimantan Selatan.
Faktor Pemicu Lonjakan Arus Lalu Lintas di IKN
Tingginya angka mobilitas ini tidak lepas dari kombinasi momen libur sekolah dan perayaan hari besar keagamaan.
Selain masyarakat yang ingin melihat langsung perkembangan IKN, banyak pengendara yang memanfaatkan jalur ini sebagai jalan pintas strategis menuju wilayah Martapura di Kalimantan Selatan.







