Finnews.id – Vietnam bersiap memasuki babak baru dalam industri aset digital dengan rencana peluncuran bursa kripto resmi mulai 2026. Langkah strategis ini menandai perubahan besar dalam kebijakan negara tersebut terhadap mata uang kripto, seiring pengesahan Digital Technology Industry Law dan pelaksanaan sejumlah program percontohan.
Berdasarkan informasi yang dibagikan akun X (Twitter) @cryptoleakvn, pemerintah Vietnam membuka peluang bagi hingga lima platform kripto berlisensi untuk beroperasi secara legal pada tahap awal. Inisiatif ini bertujuan menciptakan ekosistem perdagangan aset digital yang transparan, aman, serta memberikan perlindungan lebih kuat bagi investor.
Dalam regulasi terbaru tersebut, aset digital kini diakui secara hukum di Vietnam. Pengakuan legal ini dinilai krusial karena selama ini aktivitas kripto di negara tersebut berada di area abu-abu regulasi. Dengan kerangka hukum yang jelas, pemerintah berharap dapat mengurangi praktik ilegal, meningkatkan kepercayaan publik, sekaligus menarik investasi teknologi finansial.
Bursa Kripto Resmi dan Perlindungan Investor
Keberadaan bursa kripto resmi memungkinkan pengawasan ketat terhadap aktivitas perdagangan. Setiap platform diwajibkan memenuhi standar keamanan, likuiditas, serta kepatuhan regulasi yang ditetapkan otoritas terkait. Hal ini diyakini akan meminimalkan risiko manipulasi pasar, pencucian uang, hingga kebocoran data pengguna.
Selain itu, regulasi ini juga menjadi sinyal bahwa Vietnam ingin mengambil peran lebih besar dalam ekonomi digital regional. Negara-negara Asia Tenggara saat ini berlomba membangun kerangka hukum kripto yang seimbang antara inovasi dan perlindungan konsumen.
Akankah Pi Network Terdaftar di Bursa Vietnam?
Salah satu topik yang paling menyita perhatian komunitas kripto adalah potensi listing Pi Network (Pi Coin) di bursa kripto resmi Vietnam. Meski saat ini Pi sudah diperdagangkan di platform internasional seperti OKX dan Bitget, pencatatan di bursa lokal Vietnam dipastikan tidak akan otomatis.







