Home Pemerintahan Alarm Stunting Kaltim: OIKN dan BKKBN Bidik 3.000 Keluarga Lewat Satgas Khusus dan Pola Pentahelix
Pemerintahan

Alarm Stunting Kaltim: OIKN dan BKKBN Bidik 3.000 Keluarga Lewat Satgas Khusus dan Pola Pentahelix

Share
OIKN stunting
OIKN berkolaborasi dengan BKKBN Kaltim membentuk Satgas khusus yang menyasar 3.000 keluarga berisiko stunting di wilayah IKN, menanggapi prevalensi stunting Kaltim yang mencapai 22 persen.Foto: ANT
Share

IKNPOS.ID – Prevalensi Stunting Kaltim Lampaui Rata-rata Nasional
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) serta berbagai pihak terkait untuk mempercepat upaya penurunan angka stunting di kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan menyusul tingginya prevalensi stunting di Kaltim yang mencapai 22 persen, berada di atas rata-rata nasional yang tercatat 19 persen.

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Kaltim, Nurizky Permanajati, menyatakan bahwa kolaborasi dengan banyak pihak sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini.

“Prevalensi stunting di Provinsi Kaltim secara umum tergolong tinggi yang mencapai 22 persen, di atas rata-rata nasional yang tercatat 19 persen,” ujar Nurizky Permanajati di Samarinda, Minggu (7/12/2025).

Satgas Khusus Dibentuk, 3.000 Keluarga Risiko Menjadi Target
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama OIKN telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk pencegahan dan penurunan stunting di wilayah delineasi IKN. Satgas ini menetapkan 3.000 sasaran keluarga risiko stunting yang akan mendapatkan edukasi intensif.

Fokus edukasi tersebut mencakup nutrisi dan akses air bersih dua aspek fundamental yang menjadi fondasi kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.

Upaya pencegahan dan penanganan stunting memprioritaskan edukasi terkait 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Masa 1.000 HPK dianggap krusial karena merupakan periode di mana stunting dapat terjadi, sekaligus masih dapat dicegah atau dikoreksi. Oleh karena itu, ibu hamil maupun ibu menyusui perlu memahami pola konsumsi dan gizi yang harus dipenuhi sejak anak dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Strategi Pentahelix Dorong Percepatan Penurunan
Untuk mencapai target penurunan stunting, OIKN dan BKKBN mengadopsi pola pentahelix. Pola kolaboratif ini melibatkan kerja sama erat antara lima unsur utama: pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Setiap pihak memiliki peran sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, mulai dari penyusunan kebijakan, penelitian, pendanaan, hingga informasi dan edukasi.

Share
Related Articles
Isu PHK massal PPPK 2026
Pemerintahan

Isu PHK Massal PPPK 2026 Menyeruak, Menteri PAN-RB Rini Widyantini Beri Bantahan Tegas

IKNPOS.ID - Gelombang keresahan sempat melanda ribuan tenaga honorer dan Aparatur Sipil...

Pemerintahan

Kabar Gembira! Gaji ke-13 PNS 2026 Segera Cair: Cek Jadwal, Komponen, dan Besarannya

IKNPOS.ID - Setelah euforia Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2026 usai, Aparatur...

Mensos Saifullah Yusuf.
Pemerintahan

Geger! 2.708 Pegawai Kemensos “Mangkir” di Hari Pertama Masuk Lebaran 2026

IKNPOS.ID - Libur Lebaran 1447 Hijriah baru saja usai, namun suasana di...

Ini Cara Mudah Lapor SPT Tahunan 2026 via Coretax
Pemerintahan

Kabar Gembira! Batas Lapor SPT Tahunan 2026 Diperpanjang Hingga 30 April

IKNPOS.ID - Ada berita sejuk bagi Anda para wajib pajak di tengah...