Home Tekno Update Panas PI Network, Dari Testnet1 ke Mainnet, Apakah Harga Bisa Lepas dari Tekanan Jual?
Tekno

Update Panas PI Network, Dari Testnet1 ke Mainnet, Apakah Harga Bisa Lepas dari Tekanan Jual?

Share
Pi Network vs Solana
Pi Network menunjukkan tanda-tanda rebound dengan momentum teknikal positif, sementara Solana melanjutkan reli bullish dan Layer Brett ($LBRETT) mencuri perhatian investor dengan target 150x di 2025.Foto:X
Share

IKNPOS.ID – Kabar terbaru datang dari dunia kripto, khususnya PI Network. Setelah resmi meluncurkan Linux Node, jaringan blockchain ini tengah bersiap melakukan upgrade besar dari protocol version 19 ke protocol version 23, yang merupakan turunan dari Stellar Protocol 23.

Menurut pengumuman resmi yang dirilis pada 27 Agustus 2025, pembaruan ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dimulai dengan Testnet1 yang kini sudah berjalan, dan akan berlanjut ke Testnet2.

Setelah itu, pembaruan besar ini akan diterapkan pada Mainnet, sehingga seluruh ekosistem PI Network beroperasi di atas versi 23.

Harga PI Masih Tertahan di $0,34

Meski ada kabar positif soal upgrade jaringan, harga PI Network (PI) belum menunjukkan pergerakan menggembirakan.

Hingga saat artikel ini ditulis, PI diperdagangkan di kisaran $0,34, masih berada di bawah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 hari yang saat ini berada di level $0,36.

Bagi yang belum familiar, EMA 20 hari adalah indikator teknikal yang menghitung rata-rata harga sebuah aset dalam 20 hari terakhir dengan memberi bobot lebih pada harga terbaru.

Jika harga berada di atas EMA 20 hari, itu menandakan momentum bullish jangka pendek. Sebaliknya, jika harga berada di bawah EMA, maka pasar sedang mengalami tekanan jual.

Sayangnya, PI kini masih berada di bawah garis EMA tersebut, yang artinya tekanan jual lebih dominan dibanding minat beli.

Indikator CMF Konfirmasi Tekanan Jual

Bukan hanya EMA yang memberi sinyal bearish. Chaikin Money Flow (CMF), indikator yang mengukur arus modal masuk dan keluar dari sebuah aset, juga menunjukkan tren negatif.

Saat ini, CMF PI berada di level -0,11, di bawah garis nol. Angka negatif ini mempertegas bahwa tekanan jual jauh lebih besar daripada aliran modal masuk. Dengan kata lain, pasar PI Network masih kekurangan sentimen positif dan kepercayaan investor.

Risiko Harga PI Jatuh ke All-Time Low

Melihat kondisi saat ini, PI Network berisiko menguji kembali harga terendah sepanjang masa (all-time low/ATL) di level $0,32. Jika level support ini jebol, PI bisa saja menyentuh harga lebih rendah dalam waktu dekat.

Namun, jika terjadi lonjakan permintaan, ada peluang bagi PI untuk membalikkan keadaan. Target pertama adalah menembus EMA 20 hari di $0,36, dan jika berhasil, PI bisa melanjutkan kenaikan menuju $0,40 sebagai resistance berikutnya.

Share
Related Articles
Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...

Peluncuran Vivo X300 FE Flagship Compact
Tekno

Vivo Diam-diam Luncurkan X300 FE: Flagship Compact dengan Snapdragon 8 Gen 5

IKNPOS.ID – Vivo kembali mengejutkan pasar teknologi global dengan meluncurkan anggota terbaru...