Catatan Dahlan Iskan

Terbaik Baru

Share
Sekolah Al Hikmah di Kota Batu
Share

Untuk SMP Tursina, Malang, murid harus bayar Rp 3,6 juta/bulan. Masih banyak lagi. Di Solo. Di Yogyakarta. Di  Jakarta. Bogor. Bandung. Anda bisa menambahkan sederet nama sekolah Islam ”bintang empat” seperti itu.

Berarti Al Hikmah sudah setara dengan sekolah Katolik terbaik di Surabaya, St Louis: Rp 2,1 juta/bulan. Yang belum sama adalah gelar juara basket SMA: St Louis seperti langganan juara DBL sepanjang masa.

Saya ingat ketika jadi aktivis mahasiswa Islam zaman nan lalu. Salah satu tema diskusi mingguan kami adalah: mengapa sekolah terbaik di setiap kota hampir pasti sekolah Katolik. Nomor duanya hampir pasti sekolah Kristen/Protestan. Sekolah-sekolah Islam jauh ketinggalan.

Zaman itu orang Islam yang kaya, baru segelintir. Mereka pun menyekolahkan anak ke sekolah Katolik.

Zaman berubah. Perekonomian negara kian maju. Rakyat kian punya uang. Pun yang Islam. Jumlah orang Islam yang berduit kian banyak. Mereka mampu menyekolahkan anak ke sekolah-sekolah bermutu tinggi –biar pun biayanya mahal.

Saya tidak tahu siapa yang pertama menangkap peluang itu: bikin sekolah bermutu. Yang ternyata dibanjiri peminat. Sekolah agama tidak harus murah. Sampai seperti membeli Hyundai atau Piyati: harus inden.

Inden itu bahkan sampai lima tahun. Artinya: untuk masuk ke SMA di sekolah Islam tersebut harus mendaftar sejak anaknya masih kelas 5 SD. Lalu setiap bulan mereka sudah harus membayar –meski tidak semahal ketika sudah masuk SMA.

Sekolah Islam tersebut akan memonitor kualitas akademik si kelas 5 SD. Agar kualitas akademiknya kelak memenuhi syarat masuk di SMA tersebut.

Tak terbayangkan bahwa agenda diskusi mingguan di masa lalu terjawab di zaman ini: sekolah terbaik tidak harus lagi Katolik.

Yang menarik untuk diamati adalah: banyak sekolah bintang empat tersebut bukan dari organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Sekolah-sekolah bintang empat itu praktis milik perorangan –lewat satu yayasan yang dikendalikannya.

Al Hikmah Surabaya, misalnya, didirikan oleh alumnus ITS Surabaya, Ir Abdul Kadir Baraja. Kini Al Hikmah sudah berusia 35 tahun.

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Bela Khamenei

Oleh: Dahlan Iskan Perlukah Presiden Indonesia mengucapkan duka cita atas meninggalnya pemimpin...

Tujuan IsAm
Catatan Dahlan Iskan

Tujuan IsAm

Oleh: Dahlan Iskan Jadi, apa sebenarnya tujuan IsAm menyerang Iran? Itulah yang...

Krisis Bahlil
Catatan Dahlan Iskan

Krisis Bahlil

Oleh: Dahlan Iskan Perangnya di Iran krisisnya bisa di Indonesia: krisis batu...

Bom Suci
Catatan Dahlan Iskan

Bom Suci

Oleh: Dahlan Iskan Anda sudah tahu: Ayatollah Ali Khamenei tewas Sabtu pagi...