Home Borneo Komisi V DPR Soroti Ketimpangan Infrastruktur Daerah Penyangga IKN
Borneo

Komisi V DPR Soroti Ketimpangan Infrastruktur Daerah Penyangga IKN

Share
Disway Kaltim
Disway Kaltim
Share

IKNPOS.ID – Meski pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim) terus dikebut, namun kondisi infrastruktur di daerah-daerah penyangga IKN dinilai jauh tertinggal dibanding kawasan inti IKN.

Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Syauqie, mengaku prihatin terhadap kondisi infrastruktur di daerah-daerah penyangga IKN.

Menurut legislator asal Kalimantan Tengah itu, kondisi jalan-jalan nasional di daerah penyangga IKN, seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu cukup memprihatinkan.

“Saya sangat prihatin mendengar laporan dari Pak Gubernur Kaltim, bahwa infrastruktur jalan di daerah-daerah penyangga sangat tidak memadai. Bahkan daerah seperti Mahakam Ulu belum memiliki akses jalan darat,” ujar Syauqie, dalam kunjungan kerja kerja ke Kalimantan Timur, Selasa, 29 Juli 2025.

Komisi V DPR RI telah meninjau progres pembangunan jalan tol, Rumah Sakit, dan Bandara Internasional Nusantara, yang saat ini pembangunannya hampir rampung.

Namun DPR menilai ketimpangan dengan wilayah luar IKN sangat mencolok. Karena itu, mereka meminta Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan mitra lainnya tetap fokus pada pembangunan di kabupaten/kota sekitar, terutama di wilayah perbatasan dan tertinggal.

Pembangunan Kaltim Tak Boleh Tertinggal dari IKN

Menurut Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, pembangunan di Kalimantan Timur tidak boleh tertinggal dari kawasan IKN.

“Pembangunan tidak boleh eksklusif hanya di IKN semata. Kaltim harus mendapatkan perhatian setara dan merata,” ucapnya.

“Kami tekankan agar mitra kerja Komisi V khususnya Kementerian PU, Perhubungan, dan PKP tetap memperhatikan proyek-proyek di kabupaten/kota Kaltim, terutama di daerah perbatasan dan wilayah-wilayah tertinggal yang butuh intervensi segera,” lanjut Andi.

Selain itu, DPR juga meminta agar kontraktor lokal dilibatkan secara maksimal. “Jangan sampai anggaran besar hanya dinikmati BUMN dan kontraktor luar. Multiplier effect-nya harus nyata dan dirasakan langsung masyarakat sekitar,” ujar Andi Iwan dengan tegas.

Share
Related Articles
Tol Akses IKN Gratis Mudik 2026
Borneo

Tol IKN Seksi 3A-2 Percepat Akses Balikpapan–Samarinda ke Kawasan Pemerintahan Baru

IKNPOS.ID - Keberadaan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 mulai...

Borneo

Mengejutkan! Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah per Hari Demi Listrik, Ini Rencana Besarnya

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan pasokan sampah...

Borneo

Sorotan Ekonom soal IKN: Risiko Pemborosan hingga Usulan Kampus dan Alih Fungsi Infrastruktur

IKNPOS.ID - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi topik hangat dalam...

Program bedah rumah Kaltim digeber, kuota naik jadi 3.000 unit. Jadwal dipercepat, Balikpapan jadi fokus utama pemerintah.
Borneo

Bedah Rumah Digeber! Kuota Melejit 3.000 Unit di Kaltim, Jadwal Maju—Balikpapan Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah tancap gas mempercepat program bedah rumah di Kalimantan Timur....