Home Tekno TERUNGKAP PI NETWORK: 17 Miliar Coin Dimusnahkan ke Alamat Burn! Siapa Dalangnya?
Tekno

TERUNGKAP PI NETWORK: 17 Miliar Coin Dimusnahkan ke Alamat Burn! Siapa Dalangnya?

Share
Pi Network
Share

IKNPOS.ID – Di tengah sorotan publik terhadap masa depan Pi Network dan pertanyaan soal potensi nilai riil Pi Coin (PI), muncul temuan menarik dari laporan “rich list” terbaru per Juni 2025.

Data tersebut mengungkap bahwa sebuah alamat khusus “burn” alias alamat pembakaran koin menjadi pemegang Pi terbesar di jaringan, dengan total lebih dari 17,47 miliar PI. Jumlah ini setara dengan sekitar 17,5 persen dari total suplai yang ada.

Temuan ini menimbulkan beragam pertanyaan, terutama karena burn address sejatinya adalah alamat yang tidak dapat diakses oleh siapa pun.

Ini berarti koin-koin yang masuk ke sana pada dasarnya “hilang” secara permanen dari peredaran, mirip seperti membakar uang kertas secara harfiah.

Alamat Burn Jadi Raja Pi Network

Alamat dengan format unik 0x000000000000000000000000000000000000dEaD dikenal luas di dunia kripto sebagai alamat pembakaran universal.

Di dalam jaringan blockchain mana pun, koin yang dikirim ke alamat ini tidak bisa diakses atau ditarik kembali oleh siapa pun.

Maka dari itu, ketika data on-chain menunjukkan bahwa alamat ini memegang lebih dari 17,47 miliar PI, artinya volume sebesar itu telah dikeluarkan dari sirkulasi.

Namun, hal yang menarik justru bukan sekadar volume burn yang besar, melainkan siapa yang melakukan pembakaran sebesar itu dan atas dasar apa?

Sayangnya, Pi Network sendiri belum memberikan penjelasan resmi tentang alasan di balik pembakaran masif tersebut. Apakah itu bentuk strategi pengendalian inflasi? Atau justru “pembersihan” sisa pasokan dari testnet? Misteri ini masih menjadi perbincangan hangat di komunitas.

100 Alamat Dominasi 96,37% Supply: Tanda Bahaya?

Selain temuan soal burn address, laporan yang sama juga mengungkap fakta bahwa 100 alamat teratas menguasai 96,37% dari total suplai PI yang saat ini tercatat on-chain.

Dalam dunia keuangan tradisional maupun kripto, konsentrasi aset pada segelintir entitas dikenal sebagai risiko sistemik yang berbahaya.

Dengan struktur distribusi seperti ini, pasar Pi Network berpotensi sangat mudah dimanipulasi. Hanya dengan satu atau dua “whale” melepas sebagian kepemilikannya ke pasar terbuka, harga PI bisa langsung jatuh bebas.

Share
Related Articles
Samsung Galaxy S26 Ultra
Tekno

Samsung Galaxy S26 Series Hadir dengan Privacy Display, Solusi Aman untuk Perempuan Aktif di Era Digital

IKNPOS.ID - Di tengah dunia yang semakin digital, isu privasi menjadi perhatian...

Tekno

TECNO Camon 50 Pro Resmi Hadir, Usung Kamera Canggih dan Performa Ngebut di Kelasnya

IKNPOS.ID - Produsen smartphone TECNO kembali meramaikan pasar dengan meluncurkan TECNO Camon...

Tekno

Poco Rilis C81 Pro, Ponsel Murah Layar 120Hz dan Baterai Jumbo 6.000mAh

IKNPOS.ID - Poco kembali memperluas lini ponsel terjangkaunya dengan menghadirkan model terbaru...