Home News WNI Terjebak di Zona Perang Iran-Israel, Dasco: Tetap Tenang, Kami Bergerak Cepat!
News

WNI Terjebak di Zona Perang Iran-Israel, Dasco: Tetap Tenang, Kami Bergerak Cepat!

Share
Share

IKNPOS.ID – Konflik antara Iran dan Israel yang kembali memanas membawa kekhawatiran bagi warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di wilayah tersebut.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengimbau seluruh WNI di Iran untuk tetap tenang.

Ia memastikan bahwa pemerintah Indonesia terus bekerja dan memantau situasi, serta tengah menyiapkan proses evakuasi bertahap menuju Tanah Air.

“Kami mengimbau kepada warga negara Indonesia untuk tetap tenang. Pemerintah terus berkomunikasi dan mengupdate kabar WNI di Iran dan akan terus melakukan evakuasi secara bertahap,” ujar Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Menurut Dasco, pimpinan DPR dan Komisi I akan terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah, terutama Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), untuk memastikan keselamatan WNI yang masih berada di zona konflik Iran-Israel.

Dia menegaskan bahwa langkah-langkah perlindungan terus disusun dan dijalankan secara strategis.

“Pimpinan DPR bersama Komisi I akan terus memonitor dan berkoordinasi dengan pemerintah dalam upaya penyelamatan warga negara kita yang masih di Iran,” ucapnya.

Sebagai bentuk perlindungan konkret, Dasco juga mendorong Kemlu RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk terus membuka dan menjaga keaktifan layanan hotline darurat bagi WNI.

Layanan ini penting sebagai jalur komunikasi utama bila terjadi situasi darurat yang dialami WNI di lapangan.

“Mengupayakan adanya hotline agar komunikasi warga negara kita di Iran bisa terpantau dengan baik,” tambah Dasco.

Hotline ini akan menjadi penghubung antara pemerintah dan WNI yang membutuhkan bantuan cepat dalam kondisi genting, termasuk untuk proses evakuasi, informasi aman, serta bantuan logistik jika dibutuhkan.

DPR Akan Temui Presiden Prabowo

Lebih lanjut, Dasco menyampaikan bahwa Komisi I DPR RI dalam waktu dekat berencana mengadakan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Tujuan pertemuan ini adalah membahas dinamika konflik yang terjadi antara Iran dan Israel serta dampaknya terhadap kepentingan nasional Indonesia, termasuk WNI yang terjebak di wilayah tersebut.

“Dan tadi kami juga bersama-sama berbicara dengan pimpinan Komisi I. Dalam waktu dekat pimpinan Komisi I akan melakukan dialog dengan Presiden,” katanya.

Meski komunikasi dengan Presiden sudah dilakukan sebelumnya, Dasco menyebutkan bahwa intensitasnya belum maksimal karena padatnya jadwal kegiatan Presiden saat ini.

“Tetapi kami juga monitor bahwa sudah ada sikap dari Kementerian Luar Negeri yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri,” ucap Dasco.

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, terutama di kawasan Timur Tengah, langkah proaktif dari parlemen dan eksekutif sangat krusial.

DPR berharap ada percepatan upaya evakuasi dan perlindungan WNI, termasuk dukungan logistik dan psikologis bagi mereka yang mengalami trauma akibat suasana perang.

“DPR akan terus mengawal isu ini. Keselamatan WNI adalah prioritas utama negara,” tegas Dasco.

Share
Related Articles
Prabowo Targetkan Waktu Tunggu Haji Jadi 26 Tahun, Kemenhaj Wajib Efisiensi Anggaran  
News

Pengawasan Diperketat, Kemenhaj Pastikan Haji 2026 Siap Digelar Tanpa Celah

Kemenhaj menegaskan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M berjalan sesuai...

Jemaah Haji Indonesia
News

Haji 2026 Dipastikan Lancar, Jemaah Indonesia Mulai Berangkat 22 April

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan Haji 2026 berjalan sesuai...

News

Misi Diplomasi Asia Timur, Presiden Prabowo Terbang ke Jepang Perkuat Kerja Sama Strategis

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan lawatan resmi ke Jepang pada Minggu,...

Kapal Pertamina Pride tertahan Selat Hormuz
News

Malaysia dan Thailand Melenggang, Kapal Tanker Pertamina Pride Masih Tertahan di Selat Hormuz

IKNPOS.ID - Upaya diplomasi global di Selat Hormuz mulai membuahkan hasil bagi...