Home Tekno Analisis Musiman SHIB: Kenapa Juni Selalu Merosot?
Tekno

Analisis Musiman SHIB: Kenapa Juni Selalu Merosot?

Share
SHIB
SHIB, Image: DALL·E 3
Share

IKNPOS.ID – Shiba Inu (SHIB) kembali menunjukkan performa negatif pada bulan Juni. Tren ini bukan yang pertama.

Data historis memperlihatkan bahwa setiap bulan keenam, SHIB cenderung mengalami tekanan jual signifikan.

Apakah ini hanya kebetulan, atau ada pola musiman yang berulang?

SHIB Sering Melemah di Juni: Kebetulan atau Siklus?

Dalam empat tahun terakhir, SHIB selalu mencatat penurunan harga pada bulan Juni:

  • 2021: turun 4,75%

  • 2022: turun 12%

  • 2023: turun 11,5%

  • 2024: turun 32,3%

Kini, Juni 2025 kembali menunjukkan pelemahan di atas 6%, memperkuat indikasi bahwa bulan ini menjadi momen bearish secara historis.

Menurut laporan  The Crypto Basic, lebih dari 940.000 wallet address SHIB kini berada dalam kondisi rugi, menambah tekanan jual di pasar.

Apa Penyebab Tren Bearish di Bulan Juni?

1. Profit-Taking Usai Meme Season

April hingga Mei sering kali menjadi musim bullish untuk meme coin, termasuk SHIB. Ketika euforia reda, trader cenderung mencairkan profit menjelang akhir kuartal kedua. Aksi jual besar-besaran ini sering menyebabkan penurunan harga di awal Juni.

2. Kurangnya Sentimen Positif

Juni 2025 tidak menghadirkan pembaruan besar dari ekosistem Shiba Inu. Tak ada perkembangan signifikan dari Shibarium, ShibaSwap, ataupun proyek metaverse. Ketiadaan sentimen baru memperlemah minat beli.

3. Konsolidasi di Pasar Kripto Global

Saat Bitcoin dan Ethereum stagnan, altcoin seperti Shiba Inu kehilangan arah. Tanpa dorongan dari pasar utama, harga SHIB mudah terseret turun oleh volume rendah dan volatilitas tinggi.

Bagaimana dengan Meme Coin Lainnya?

Tren koreksi juga terjadi pada meme coin lain:

  • DOGE melemah sekitar 9% sepanjang Juni

  • PEPE terkoreksi hingga 20%

  • FLOKI turun mendekati 15%

Artinya, penurunan SHIB tidak berdiri sendiri. Ini bisa mencerminkan fase pendinginan sektor meme coin secara umum, bukan hanya kelemahan fundamental dari SHIB itu sendiri.

Data On-Chain: Wallet Lama Masih Bertahan

Berdasarkan laporan IntoTheBlock, lebih dari 64% wallet address SHIB kini berada di zona rugi.

Meski begitu, ada juga sinyal positif, sekitar 1,13 juta wallet address menyimpan Shiba Inu lebih dari satu tahun, mencerminkan kepercayaan jangka panjang dari komunitas inti.

Jika support kuat di kisaran $0,000007 hingga $0,000008 mampu bertahan, maka potensi rebound tetap terbuka seiring pemulihan pasar kripto secara luas.

Share
Related Articles
Tekno

Harga dan Spesifikasi Vivo T5 Resmi di Indonesia, Baterai 7.200mAh dan Snapdragon 6s Gen 2 Jadi Andalan

IKNPOS.ID - Vivo resmi menghadirkan smartphone terbaru dari lini T Series ke...

Samsung Galaxy S26 Ultra
Tekno

Samsung Galaxy S26 Series Hadir dengan Privacy Display, Solusi Aman untuk Perempuan Aktif di Era Digital

IKNPOS.ID - Di tengah dunia yang semakin digital, isu privasi menjadi perhatian...

Tekno

TECNO Camon 50 Pro Resmi Hadir, Usung Kamera Canggih dan Performa Ngebut di Kelasnya

IKNPOS.ID - Produsen smartphone TECNO kembali meramaikan pasar dengan meluncurkan TECNO Camon...