Home Borneo Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kaltim Ditargetkan Rampung Sebelum Pertengahan Juli
Borneo

Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kaltim Ditargetkan Rampung Sebelum Pertengahan Juli

Share
Share

IKNPOS.ID — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat dalam menyukseskan program nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel).

Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Program ini ditargetkan rampung sebelum Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025.

Menurut Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, lebih dari 400 koperasi desa di wilayah Kaltim telah siap bertransformasi menjadi Koperasi Merah Putih.

Sisanya akan dikejar dalam waktu dua pekan mendatang agar seluruh desa/kelurahan di Kaltim memiliki koperasi aktif dan legal.

“Saat ini sekitar 400 koperasi telah siap untuk bertransformasi. Kita akan kebut sisanya agar seluruhnya selesai sebelum tanggal 12 Juli,” ujar Seno, Senin, 19 Mei 2025.

Sebagai bagian dari upaya percepatan, Pemprov Kaltim juga telah menjalin koordinasi intensif dengan para notaris guna mempercepat proses legalitas koperasi.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh koperasi Merah Putih telah sah secara hukum dan siap beroperasi sebelum peresmian nasional.

Seno menambahkan, pada 24 Mei 2025, dua wakil menteri yakni Wamen Desa Ahmad Riza Patria dan Wamen Koperasi Ferry Juliantono akan berkunjung ke Kaltim.

Mereka dijadwalkan memberikan pembekalan langsung kepada para kepala desa terkait implementasi koperasi berbasis desa ini.

Program Koperasi Merah Putih secara nasional akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 28 Oktober 2025. Sebagai bentuk dukungan nyata, Kaltim ingin menjadi salah satu provinsi terdepan dalam merealisasikan program ini.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menyukseskan pembentukan koperasi desa ini.

Ia menyebut Kopdeskel Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan hingga dua juta lapangan kerja baru di desa-desa seluruh Indonesia.

Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Zulkifli juga mendorong pemanfaatan Belanja Tak Terduga (BTT) di tingkat daerah sebagai sumber pendanaan awal bagi pembentukan dan penguatan koperasi desa.

Share
Related Articles
Borneo

Polisi Serap Aspirasi! Patroli Dialogis Babulu Perkuat Keamanan dan Kedekatan dengan Warga

Dalam rangka menjaga stabilitas kamtibmas, jajaran Polsek Babulu terus menggencarkan patroli dialogis...

Borneo

Polisi Turun Langsung ke Warga! Patroli Rutin Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif di PPU

Satuan Samapta Polres Penajam Paser Utara (PPU) terus mengintensifkan patroli sambang ke...

Ancaman PHK Tambang Batubara Kutim
Borneo

RKAB 2026 Pangkas Produksi Batubara, Tujuh Perusahaan Tambang di Kutai Timur Rawan PHK

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini mulai mewaspadai gelombang pemutusan...

Borneo

Proyek Gedung DPR hingga MA di IKN Tetap Jalan, Tak Terdampak Efisiensi Anggaran

IKNPOS.ID - Pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN)...