IKNPOS.ID – Optimalisasi dan intensifikasi lahan pertanian adalah program yang tengah dijalankan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Program ini dijalankan sebagai bentuk dukungan pada program swasembada pangan nasional.
Menurut Pengawas Mutu Pertanian Muda Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kalteng, Ita Susilawati, luasan lahan yang masih memungkinkan untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian di Provinsi Kalteng masih sangat besar.
Ia menjelaskan, untuk optimalisasi lahan, Provinsi Kalteng mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian mencapai lebih dari 51 ribu hektar. Ribuan lahan itu tersebar di berbagai Kabupaten di Kalteng, seperti Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Barito Timur, dan Kabupaten Barito Utara.
“Dengan adanya program optimalisasi lahan tersebut diharapkan peningkatan produksi padi Kalimantan Tengah akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan dan bisa memberika kontribusi beras nasional dalam jumlah yang cukup besar,” ujar Ita, Sabtu, 7 Desember 2024.
“Sehingga bisa menjadi daerah penyangga pangan untuk propinsi lain disekitarnya, termasuk Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di provinsi tetangga, Kalimantan Timur,” lanjutnya.
Ita menambahkan, produksi pertanian Kalteng ke depan akan semakin stabil dan mapan, karena didukung dengan adanya 2 pabrik beras terpadu yang saat ini masih dalam proses Pembangunan dan nantinya dalam waktu yang tidak lama lagi akan beroperasi.
Apabila kedua pabrik tersebut sudah diselesaikan pembangunannya dan beroperasi secara penuh, maka akan dapat membantu para petani Kalteng dalam mengolah padi yang dihasilkannya, yang bisa langsung diolah di kedua pabrik tersebut.