Home Borneo Kasus Stunting di PPU Tembus 1.118 Balita, Tantangan di Wilayah Penyangga IKN
BorneoSociety IKN

Kasus Stunting di PPU Tembus 1.118 Balita, Tantangan di Wilayah Penyangga IKN

Share
xr:d:DAFZw0xClHo:509,j:46508850964,t:23050507
Share

IKNPOS.ID – Sebanyak 1.118 balita di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat masih mengalami stunting hingga Agustus 2024.

Meski demikian, angka prevalensi stunting di wilayah ini tetap berada di bawah rata-rata nasional, seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan PPU, Yolanda Yurian.

Yolanda menjelaskan bahwa stunting umumnya terjadi akibat kurangnya perhatian terhadap asupan gizi selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang meliputi masa remaja calon pengantin, kehamilan, hingga usia anak mencapai dua tahun.

“1000 HPK adalah masa paling rawan untuk mencegah stunting. Kita mengawasi gizi sejak masa remaja hingga usia anak dua tahun,” kata Yolanda.

Angka Stunting di Bawah Rata-Rata Nasional

Menurut data Dinas Kesehatan PPU, prevalensi stunting di wilayah ini mencapai 11,55 persen di bawah angka nasional yang berkisar 14 persen.

Namun, hasil survei Kementerian Kesehatan menunjukkan angka yang lebih tinggi, yaitu di atas 20 persen.

Meski begitu, Yolanda mencatat adanya penurunan kasus dari tahun sebelumnya.

“Awalnya stunting berada di angka 9,3 persen, tapi sekarang sudah menurun meski masih harus ditangani lebih serius,” ungkapnya.

Upaya Penurunan Stunting di PPU

Untuk menekan angka stunting, Dinas Kesehatan PPU telah melaksanakan berbagai program, seperti skrining kesehatan, sosialisasi kepada remaja, dan kerjasama lintas sektor.

“Kami melakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi anemia pada remaja, memberikan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan bahaya narkotika, serta memberikan rujukan kepada dokter spesialis bagi kasus tertentu,” jelas Yolanda.

Selain itu, strategi terpadu penanganan stunting di PPU melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sesuai arahan Bupati.

“Setiap SKPD diinstruksikan untuk saling mendukung. Ada beberapa program yang sudah dijalankan secara terpadu untuk mengatasi stunting di PPU,” tambahnya.

Penanganan stunting tidak hanya menjadi tugas sektor kesehatan, tetapi juga melibatkan edukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya asupan gizi, sanitasi yang layak, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Share
Related Articles
Borneo

Upaya Pemkab PPU Perkuat Irigasi di Serambi IKN: Libatkan Kelompok Tani

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur...

Borneo

Tersedia Anggaran Rp400 Miliar, Perbaikan Jalan di Provinsi Penyangga IKN Akan Dioptimalkan

IKNPOS.ID - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi...

Pesan Rudy ke Bankaltimantara
Borneo

TERUNGKAP! Bos CV Afisera Buka-bukaan Soal Pengadaan dan Pengembalian Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Pemprov Kaltim, Ini Alur Lengkapnya

IKNPOS.ID - Direktur Utama CV Afisera, Subhan, akhirnya memaparkan secara rinci proses...

Borneo

Duh! 6.972 Kasus Perceraian di Kalimantan Timur Sepanjang 2025, Samarinda Tertinggi! Ini 7 Faktor Penyebab Terbesarnya

IKNPOS.ID - Kasus perceraian di Kalimantan Timur sepanjang 2025 menjadi sorotan setelah...