Home Borneo Dampak Pembangunan IKN, Jual-Beli Lahan di Sepaku dan Penajam Melonjak Tajam
Borneo

Dampak Pembangunan IKN, Jual-Beli Lahan di Sepaku dan Penajam Melonjak Tajam

Share
Pantauan progres pembangunan hunian TNI-Polri di IKN pada 26 Juni 2024. Foto: tangkapan layar/Youtube/Dian Rana
Pantauan progres pembangunan hunian TNI-Polri di IKN pada 26 Juni 2024. Foto: tangkapan layar/Youtube/Dian Rana
Share

IKNPOS.ID – Seiring dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, transaksi jual-beli lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami pertumbuhan pesat.

Namun, fenomena ini tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah.

Dari empat kecamatan yang ada di Benuo Taka, peningkatan transaksi tanah lebih terasa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sepaku dan Penajam.

Pertumbuhan transaksi lahan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan properti yang terus naik untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kawasan.

Harga tanah di sekitar IKN Nusantara terus bergerak mengikuti hukum pasar, seiring dengan kelanjutan pembangunan ibu kota baru yang diproyeksikan berlangsung hingga beberapa tahun ke depan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten PPU, Hadi Saputro, mengungkapkan bahwa peningkatan pesat terjadi pada pajak daerah, khususnya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Lonjakan ini terjadi di wilayah-wilayah sekitar IKN Nusantara, terutama yang berdekatan dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan Bandar Udara Very-Very Important Person (VVIP) Nusantara.

“Pendapatan pajak signifikan terjadi di Kecamatan Sepaku dan Penajam, terutama dari transaksi jual-beli tanah,” jelas Hadi Saputro dikuip dari Nomorsatukaltim, Selasa 15 Oktober 2024.

Ia menambahkan, Bapenda PPU telah menargetkan penerimaan pajak dari BPHTB sebesar Rp 22 miliar pada tahun ini.

Penerimaan ini menjadi yang terbesar dibandingkan pajak daerah lainnya, seperti pajak restoran, hiburan, galian, air, listrik, walet, serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Menurut Hadi, kenaikan transaksi ini didorong oleh banyaknya pengurusan balik nama sertifikat tanah di sekitar IKN. Kehadiran IKN Nusantara telah memicu lonjakan nilai tanah yang sangat signifikan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di Kecamatan Sepaku dan Penajam hanya berkisar antara Rp 3 ribu hingga Rp 30 ribu per meter persegi.

Namun, saat ini NJOP di wilayah tersebut telah naik menjadi lebih dari Rp 100 ribu per meter persegi.

Share
Related Articles
Tol Akses IKN Gratis Mudik 2026
Borneo

Tol IKN Seksi 3A-2 Percepat Akses Balikpapan–Samarinda ke Kawasan Pemerintahan Baru

IKNPOS.ID - Keberadaan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 mulai...

Borneo

Mengejutkan! Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah per Hari Demi Listrik, Ini Rencana Besarnya

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan pasokan sampah...

Borneo

Sorotan Ekonom soal IKN: Risiko Pemborosan hingga Usulan Kampus dan Alih Fungsi Infrastruktur

IKNPOS.ID - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi topik hangat dalam...

Program bedah rumah Kaltim digeber, kuota naik jadi 3.000 unit. Jadwal dipercepat, Balikpapan jadi fokus utama pemerintah.
Borneo

Bedah Rumah Digeber! Kuota Melejit 3.000 Unit di Kaltim, Jadwal Maju—Balikpapan Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah tancap gas mempercepat program bedah rumah di Kalimantan Timur....