IKNPOS.ID – PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau dikenal dengan Asuransi Jasindo menghadirkan cara kreatif untuk menyampaikan pesan literasi risiko dan keberlanjutan melalui kostum berbahan kardus daur ulang dalam kegiatan Gerak Jalan AAUI CUP 2026 yang berlangsung di Epiwalk Mall Kuningan, Jakarta.
Kostum tersebut tidak hanya menjadi bagian dari penampilan tim Asuransi Jasindo dalam kegiatan olahraga yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), tetapi juga menjadi medium untuk merepresentasikan lini bisnis serta berbagai inisiatif perusahaan di bidang keberlanjutan.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan literasi risiko kepada masyarakat luas harus disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Menurutnya, kreativitas dapat menjadi pendekatan untuk membuat pesan mengenai risiko, perlindungan, dan keberlanjutan lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pesan mengenai risiko, perlindungan, dan keberlanjutan dapat dikomunikasikan melalui hal-hal yang dekat dengan keseharian masyarakat, termasuk melalui kreativitas,” ujar Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema.
Brellian menjelaskan, pemanfaatan kardus sebagai material utama kostum menjadi bagian dari pendekatan kreatif Asuransi Jasindo dalam mengomunikasikan isu risiko dan perlindungan. Material yang sehari-hari kerap dipandang sebagai barang bekas diolah menjadi elemen visual yang membawa pesan mengenai bagaimana risiko dapat dikenali, dipahami, dan dipersiapkan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kreativitas tersebut, Asuransi Jasindo juga mengangkat sejumlah inisiatif keberlanjutan perusahaan, antara lain Narasemesta, PEKEN, dan Satyaraga. Inisiatif-inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya Asuransi Jasindo untuk memperluas manfaat perusahaan sekaligus mendorong kesadaran mengenai keberlanjutan di tengah masyarakat.
Brellian mengatakan gelaran AAUI CUP 2026 menjadi salah satu ruang bagi industri asuransi untuk membangun interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, olahraga dan kreativitas dapat menjadi medium komunikasi yang membuat nilai-nilai asuransi lebih mudah dikenali, tanpa harus selalu dikaitkan dengan produk.