IKNPOS.ID – PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau dikenal dengan Asuransi Jasindo terus memperkuat pengelolaan risiko berbagai sektor produktif di daerah. Melalui Representative Office (RO) Balikpapan yang merupakan bagian dari wilayah Kalimantan Timur, Asuransi Jasindo memperkuat layanan dan solusi perlindungan di berbagai sektor antara lain industri, energi, konstruksi, transportasi maupun logistik di wilayah tersebut.
RO Balikpapan mencatatkan realisasi pertumbuhan pendapatan premi sebesar 17,83% hingga Juli 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan adanya penguatan kapabilitas pengelolaan risiko yang sejalan dengan semakin beragamnya aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur.
“Kalimantan Timur memiliki peran yang semakin strategis dalam aktivitas ekonomi nasional. Perkembangan sektor industri, energi, konstruksi, transportasi dan logistik tentunya juga diikuti dengan profil risiko yang semakin beragam. Di sinilah kami melihat peran asuransi menjadi semakin penting, bukan hanya memberikan perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan risiko untuk menjaga keberlanjutan usaha,” ujar Brellian.
Menurut Brellian, kinerja RO Balikpapan menjadi salah satu proof point dari upaya Asuransi Jasindo memperkuat kehadiran di daerah. Meski begitu, perusahaan tetap menempatkan kualitas bisnis dan prinsip kehati-hatian sebagai fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan yakni kualitas portofolio, disiplin underwriting, serta pemahaman yang baik terhadap risiko.
“Kami melihat penguatan bisnis di daerah tidak semata-mata hanya dari besarnya pertumbuhan, tetapi juga dari bagaimana Asuransi Jasindo dapat membangun bisnis yang sehat sekaligus memberikan perlindungan yang relevan bagi nasabah,” tambah Brellian.
Sementara itu, Representative Manager Asuransi Jasindo Balikpapan, Indra Prathista, mengatakan dinamika ekonomi Kalimantan Timur mendorong kebutuhan perlindungan yang semakin beragam, khususnya bagi pelaku usaha yang memiliki aktivitas dan aset dengan karakteristik risiko yang kompleks.