Bagi pengguna yang sering memotret subjek dari jarak jauh, ini bukan selisih kecil. Kehadiran telefoto khusus biasanya memberi hasil yang lebih stabil dan detail dibanding pembesaran digital.
Baterai dan pengisian daya
Bagian ini menjadi salah satu alasan utama mengapa upgrade ke Edge 70 terasa kurang menarik. Edge 60 Pro membawa baterai 6000mAh dengan pengisian cepat 90W, sedangkan Edge 70 memakai baterai 5000mAh dengan 68W.
Keduanya mendukung wireless charging 15W. Namun, Edge 60 Pro juga punya reverse charging 5W, sehingga bisa dipakai untuk berbagi daya ke perangkat lain.
Dalam pemakaian sehari-hari, kapasitas lebih besar biasanya berarti durasi layar aktif yang lebih panjang. Ini penting untuk pengguna yang sering bekerja mobile, bermain gim, atau banyak merekam video.
Software dan umur pembaruan
Di sinilah Edge 70 punya argumen paling kuat. Sebagai model yang lebih baru, ponsel ini hadir dengan basis software terbaru dan kemungkinan akan menerima update sistem operasi serta patch keamanan lebih lama.
Referensi juga menyebut Edge 60 Pro sudah berada di Android 16. Artinya, dari sisi pengalaman software saat ini, pengguna lama Edge 60 Pro tidak tertinggal jauh.
Meski begitu, Edge 70 tetap lebih unggul untuk urusan future-proofing. Jika prioritas utama adalah dukungan pembaruan dalam jangka lebih panjang, model non-Pro yang lebih baru ini menawarkan nilai tambah.
Untuk pengguna yang sudah memiliki Edge 60 Pro, pindah ke Edge 70 sulit disebut sebagai upgrade mutlak. Pengguna justru harus menerima baterai yang lebih kecil, pengisian daya lebih lambat, opsi RAM yang lebih terbatas, dan hilangnya kamera telefoto.
Edge 70 lebih cocok dilihat sebagai alternatif bagi pembeli baru yang mengutamakan bodi lebih ringan, frame aluminium, dan masa dukungan software yang kemungkinan lebih panjang. Namun jika fokusnya adalah spesifikasi inti dan value for money, Edge 60 Pro masih tampil lebih kuat, apalagi dengan harga awal 28,999 rupees yang sedikit di bawah Edge 70 di 29,999 rupees.