Ketika angka pertumbuhan ekonomi itu diumumkan, saya lebih memperhatikan mimik Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Mungkin ia kecewa: kok belum juga naik menjadi enam persen ya. Padahal ia sudah sering memberi gambaran sangat optimistis: tahun 2026 akan tumbuh enam persen, lalu 2027 tujuh persen, dan 2028 atau 2029 delapan persen.
Setelah kecewa, Purbaya terlihat sedikit gembira. Sedikit. Yang penting angkanya sudah naik. Biar pun naiknya baru setengah persen. Tapi pada pertumbuhan ekonomi kenaikan setengah persen itu sangat berarti.
Maka Purbaya masih harus bersabar menunggu rapor BPS di triwulan kedua. Masih ada waktu. Tapi juga ada dag-dig-dug-nya: tidak ada lagi Lebaran dan Imlek di triwulan kedua. Apa lagi yang bisa diharap bisa jadi pendorong pertumbuhan. Jangan-jangan angka 5,61 persen itu justru kembali turun.
Begitu semangatnya orang pro-MBG menghubungkan program itu dengan keberhasilan kenaikan angka pertumbuhan. Bisa jadi harapan sebagian orang agar MBG direvisi menjadi kian jauh. Bahkan jangan-jangan semangat menggenjot MBG kian kuat.
Bahkan semangat itu bisa ”menular”: ke program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Saya sih belum mendengar ada yang mengatakan ”belum ada koperasi Merah Putih saja pertumbuhan sudah naik, apalagi setelahnya nanti”.
Satu triwulan memang masih terlalu dini untuk memberikan penilaian satu tahun 2026. Tapi kita sudah bisa melihat terbelahnya opini di masyarakat. (Dahlan Iskan)