IKNPOS.ID – Setelah pertama kali diperkenalkan secara internasional pada awal tahun 2026, ponsel andalan Motorola Signature akhirnya resmi diboyong ke Indonesia melalui acara peluncuran yang digelar di Jakarta awal pekan ini.
Beberapa hari kemudian, untuk menunjukkan kemampuan fotografi yang menjadi fitur unggulan Signature, Motorola mengajak sejumlah jurnalis dan tech reviewer -termasuk 91mobiles Indonesia- memotret langit Jakarta di sore hari dengan ponsel tersebut.
Kami diajak membawa bilangan Monas hingga Thamrin di atas bus beratap terbuka.
Keunggulan
Selain bodi ramping berdesain menawan yang juga tangguh, aspek kamera ikut menjadi andalan Signature dalam bersaing di pasaran smartphone andalan di Tanah Air.
Konfigurasinya mumpuni: kamera utama memiliki sensor 50 MP Sony Lytia 828 (1/1,28 inci, 23 mm, f/1.6, OIS), didampingi kamera tele-makro bersensor 50 MP Sony Lytia 600 (71 mm, f/2.4, optical zoom 3x, OIS). Dua kamera lainnya mencakup kamera ultrawide 50 MP (12 mm, f/2.0, AF) dan kamera depan 50 MP Sony Lytia 500 (f/2.0, AF).
Komputer kamera Motorola yang juga mampu merekam video hingga 8K/30 fps atau 4K/60 fps dengan Dolby Vision ini membuatnya berhasil menyabet penghargaan medali emas dari situs digital imaging terkemuka, DxOMark, ketika diuji pada Januari 2026. Mungkin itu juga penyebab Motorola menjuluki kamera Signature sebagai “standar emas ( gold standard )”.
Motorola mengeklaim bahwa Signature memiliki kamera terbaik untuk kategori ponsel ultrathin. Berdasarkan rating dari DxOMark sendiri, Signature duduk di urutan ke-8 pada April 2026 dengan skor keseluruhan 164 poin, bersaing ketat dengan ponsel-ponsel andalan lain yang rata-rata berbodi lebih bongsor.
Secara default , aplikasi kamera Motorola Signature menampilkan tingkat zoom 0,5x (kamera ultrawide ), 1x (kamera utama), 2x ( in-sensor zoom dari kamera utama), 3x (kamera telephoto ), dan 6x ( in-sensor zoom dari kamera telephoto ).
Bidang pandang kamera Motorola Signature pada tingkat zoom 0,5x, 1x, dan 2x.