Dampak nyata dari program ini dirasakan langsung oleh satuan pendidikan. Kepala SMA Muhammadiyah 2 Palangka Raya, Muhammad Saifullah, menyampaikan bahwa revitalisasi yang diterima sekolahnya pada tahun 2025 telah menghadirkan perubahan yang signifikan, baik dari sisi fasilitas maupun suasana belajar.
“Dengan adanya laboratorium komputer, ruang bimbingan konseling, serta fasilitas sanitasi yang memadai, proses pembelajaran menjadi lebih optimal. Siswa juga memiliki ruang yang lebih baik untuk berkonsultasi dan merencanakan masa depan mereka,” ujarnya.
Saifullah juga menambahkan bahwa keberadaan fasilitas tersebut turut meningkatkan kerapian dan kenyamanan lingkungan sekolah secara keseluruhan.
Pengalaman serupa disampaikan oleh Kepala SMKN 5 Palangka Raya, Noormalina Martina, yang menuturkan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi fisik bangunan sekolah sempat menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran. Kerusakan pada lantai dan atap bahkan kerap mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar.
“Sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sempat mengganggu pembelajaran. Sekarang pembelajaran berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai jadwal,” jelasnya.
Noormalina menyebutkan bahwa revitalisasi yang diterima mencakup ruang praktik siswa untuk beberapa jurusan, ruang perpustakaan, ruang kelas, serta fasilitas sanitasi yang lengkap dengan perabotannya.
Selain perbaikan sarana dan prasarana, dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan. Noormalina menambahkan, Tunjangan Profesi Guru (TPG) berperan signifikan dalam meningkatkan profesionalisme guru, terutama dalam penyediaan perangkat pembelajaran dan bahan ajar. Dengan dukungan tersebut, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif, kontekstual, dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Menutup arahannya, Wamendikdasmen kembali mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia menekankan bahwa keberlanjutan program revitalisasi tidak hanya bergantung pada pembangunan awal, tetapi juga pada komitmen seluruh warga sekolah dalam merawatnya.