IKNPOS.ID – Alam sedang mengirimkan sinyal bahaya bagi penduduk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat baru saja mengeluarkan peringatan dini agar seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Perubahan cuaca yang drastis dan pola angin yang tidak dapat diprediksi akan memicu fenomena alam yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun harta benda.
Fenomena hidrometeorologi ini mencakup ancaman banjir bandang, tanah longsor, hingga terjangan angin puting beliung yang muncul akibat intensitas hujan tinggi disertai petir. Wilayah rawan seperti bantaran sungai dan kawasan dengan sistem drainase buruk diminta untuk lebih proaktif dalam melakukan mitigasi mandiri. Tekanan BMKG bahwa kesiapan sebelum bencana terjadi merupakan kunci utama untuk menekan jumlah korban.
Lembaga pemerhati cuaca ini juga mengingatkan agar masyarakat rutin memantau pembaruan informasi cuaca melalui saluran resmi guna menghindari ketakutan akibat berita bohong atau hoaks yang sering tersebar di tengah situasi darurat.
“Kita berada di puncak dinamika atmosfer yang sangat labil. Bencana hidrometeorologi tidak bisa dianggap remeh karena datangnya sering kali tiba-tiba dengan kekuatan yang destruktif. Kami mengimbau warga Kotim untuk memangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar rumah dan saluran udara tidak tersumbat. Waspada adalah langkah terbaik sebelum alam menunjukkan kekuatan,” tegas perwakilan BMKG Kotim dalam rilis resminya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring memasuki fase transisi cuaca atau pancaroba pada April hingga Mei 2026.
“Kemungkinan besar kita saat ini sudah memasuki fase pancaroba, mulai April ini sampai Mei. Oleh karena itu, kita perlu waspada terjadi fenomena bencana hidrometeorologi,” kata Kepala BMKG Kotim Mulyono Leo Nardo di Sampit, Jumat.