- BPBD Penajam Paser Utara
- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
- TNI
- Polri
- Dinas Kelautan dan Perikanan Pos Sepaku
- Relawan serta warga setempat
Tim melakukan penyisiran di darat dan sungai menggunakan perahu hingga Minggu dini hari.
Pada proses pencarian awal, tim hanya menemukan beberapa barang milik korban.
Barang-barang tersebut antara lain:
- Ponsel
- Rokok
- Topi
Barang tersebut ditemukan di sebuah pondok peristirahatan di kebun karet milik korban.
Diduga Diserang Buaya Saat Mengambil Air
Pada hari kedua pencarian, tim akhirnya menemukan jasad korban sekitar 150 meter dari lokasi awal korban diduga hilang.
Berdasarkan hasil analisis di lapangan, korban diduga diserang buaya saat sedang berada di tepian sungai.
Menurut Nurlaila, kemungkinan besar korban sedang mengambil air di pinggir sungai ketika insiden terjadi.
“Korban diduga diterkam buaya saat mengambil air di pinggir sungai dekat kebunnya,” jelasnya.
Serangan tersebut diduga terjadi secara tiba-tiba sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Setelah jasad korban berhasil ditemukan, tim gabungan segera melakukan proses evakuasi.
Korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya jasad korban, operasi pencarian secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Tim gabungan juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai agar tetap waspada terhadap potensi kemunculan satwa liar, terutama buaya.
Sungai di Kawasan IKN Masih Habitat Buaya
Beberapa sungai di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara diketahui masih menjadi habitat alami buaya.
Keberadaan satwa predator ini memang tidak jarang menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang beraktivitas di sekitar sungai, seperti petani, nelayan, maupun pekerja kebun.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk:
- Menghindari aktivitas di tepi sungai saat kondisi sepi
- Tidak mengambil air sendirian
- Selalu memperhatikan kondisi sekitar
Langkah ini dinilai penting untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.