IKNPOS.ID – Seorang warga yang tinggal di kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang.
Korban bernama Jikram (65) ditemukan dalam kondisi terapung di Sungai Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Minggu (5/4/2026).
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai penyadap karet tersebut diduga menjadi korban serangan buaya saat berada di sekitar kebunnya.
Penemuan jasad korban mengakhiri proses pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan setelah korban dilaporkan hilang sejak sehari sebelumnya.
Korban Ditemukan Terapung di Sungai Sepaku
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Penajam Paser Utara (BPBD PPU), Nurlaila, mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan pada Minggu pagi sekitar pukul 08.45 Wita.
Menurutnya, informasi awal datang dari warga yang sedang bekerja di kebun sekitar sungai.
“Sekitar pukul 08.45 Wita, tim mendapatkan informasi dari warga yang berkebun bahwa ada mayat terapung di Sungai Sepaku dengan ciri-ciri sesuai dengan korban,” ujar Nurlaila.
Saat ditemukan, kondisi jasad korban menunjukkan beberapa luka yang diduga akibat serangan hewan buas.
“Secara visual terdapat luka pada bagian leher dan pergelangan tangan kanan,” jelasnya.
Kronologi Hilangnya Korban
Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 05.30 Wita, ketika korban meninggalkan rumahnya di Jalan Datu Nondol RT 03, Kelurahan Sepaku.
Seperti biasa, korban berangkat menuju kebunnya untuk menyadap karet, aktivitas yang sudah menjadi rutinitas hariannya.
Menurut keterangan keluarga, korban biasanya kembali ke rumah sekitar pukul 10.00 Wita.
Namun pada hari itu, korban tidak kunjung pulang hingga siang hari.
Kondisi tersebut membuat keluarga mulai merasa khawatir.
Karena korban tidak pulang sesuai kebiasaan, keluarga bersama warga sekitar langsung melakukan pencarian secara mandiri.
Mereka menyisir area sekitar kebun, hutan, serta tepian sungai di dekat lokasi korban bekerja.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Akhirnya, keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Penajam Paser Utara pada Sabtu pukul 14.27 Wita.
Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur tim gabungan, antara lain: