Sementara itu, perwakilan Kementerian Kesehatan, Bambang Siswanto, menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam pengendalian penyakit menular. Salah satu program yang tengah digencarkan adalah Kampung Bebas Jentik.
Program tersebut bertujuan untuk menekan populasi vektor penyakit seperti nyamuk penyebab malaria dan DBD. Uji coba program ini telah dilakukan di sejumlah daerah, termasuk di Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara.
Menurut Bambang, peran pemerintah daerah seperti camat dan kepala desa menjadi kunci keberhasilan program, sementara tenaga kesehatan bertindak sebagai pendamping teknis.
“Pemerintah pusat juga tengah menyusun konsep kawasan bebas jentik untuk area khusus seperti kawasan industri dan kawasan IKN,” ucap Bambang Siswanto.
Di sisi lain, aktivitas pembangunan yang masif di IKN juga menghadirkan tantangan tersendiri. Area konstruksi dinilai menjadi titik rawan berkembangnya nyamuk akibat genangan air yang tidak terkelola dengan baik.
Reza dari HSE Paket Proyek Yudikatif IKN menjelaskan bahwa pihak proyek telah menerapkan langkah pencegahan, termasuk skrining kesehatan bagi pekerja baru.
Menurutnya, setiap pekerja yang masuk akan diperiksa riwayat kesehatannya, termasuk asal daerah dan potensi risiko penyakit yang dibawa. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan potensi penyebaran penyakit di lingkungan kerja proyek.