Home Ragam Pengamat: Feri Amsari Mafia Pangan Indonesia?
Ragam

Pengamat: Feri Amsari Mafia Pangan Indonesia?

Share
Pangan
Kritik terhadap Feri Amsari soal swasembada pangan dinilai menyesatkan di tengah klaim surplus beras era Prabowo Subianto.
Share

Lebih dari itu, cadangan beras pemerintah mencapai 4,2 juta ton pada tahun 2025, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Ini merupakan indikator paling konkret bahwa sistem pangan nasional berada dalam kondisi yang sangat kuat.

Konsistensi ini juga diakui dunia. Food and Agriculture Organization memproyeksikan produksi Indonesia sekitar 35,6 juta ton, sementara United States Department of Agriculture mencatat sekitar 34,6 juta ton. Indonesia bahkan menjadi produsen beras terbesar di Asia Tenggara.

Lonjakan produksi ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil intervensi nyata yang terukur.

Program pompanisasi telah memperluas layanan air hingga setara sekitar 2,8 juta hektare lahan, memberikan kontribusi tambahan sekitar 4 hingga 5 juta ton beras. Optimalisasi lahan rawa meningkatkan indeks tanam dan menghasilkan tambahan sekitar 1,5 hingga 2,5 juta ton. Sementara program cetak sawah baru seluas 250 ribu hektare dengan potensi dua kali tanam menyumbang sekitar 1,3 hingga 1,6 juta ton beras.

Di sisi hulu, pemerintah juga melakukan koreksi besar terhadap kebijakan pupuk. Kuota pupuk subsidi dikembalikan menjadi 9,55 juta ton, sesuai kebutuhan riil petani. Mekanisme penebusan dipermudah cukup menggunakan KTP, tanpa prosedur berbelit. Bahkan harga pupuk subsidi diturunkan hingga sekitar 20 persen, secara langsung menurunkan biaya produksi dan meningkatkan daya tahan petani.

Modernisasi pertanian juga dipercepat melalui penyaluran alsintan dalam jumlah besar. Ribuan unit alat dan mesin pertanian, mulai dari traktor, pompa air, hingga combine harvester, telah didistribusikan ke berbagai daerah. Dampaknya sangat nyata terhadap sektor pertanian: efisiensi meningkat, kehilangan hasil menurun, dan percepatan tanam-panen semakin optimal.

Penggunaan bibit unggul juga menjadi faktor kunci, mendorong produktivitas per hektare meningkat signifikan dan memperkuat basis produksi nasional.

Di saat yang sama, negara juga tidak tinggal diam terhadap praktik mafia pangan. Sebanyak 76 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus. Penindakan ini bukan retorika, tetapi langkah konkret.

Share
Related Articles
Fitch Ratings Indonesia
Ragam

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

IKNPOS.ID - Fitch Ratings Indonesia kembali mempertahankan peringkat nasional jangka panjang PT...

Jasindo
Ragam

Risiko Makin Kompleks, Asuransi Jasindo Perkuat Pendekatan yang Lebih Terintegrasi

IKNPOS.ID - Perubahan iklim, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, hingga semakin kompleksnya rantai...

Ragam

Bukan Sekadar Estetik, Desain Hunian Juga Harus Punya Nilai Bisnis

Corporate Secretary BTN Ramon Armando (kiri), Wakil Ketua Umum DPP Real Estate...

BTN ID FOOD
Ragam

Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

IKNPOS.ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap menyiapkan pembiayaan...