Sebagai langkah awal, LPTQ Kabupaten Malinau telah membentuk panitia MTQ tingkat kabupaten ke-22. Selain itu, struktur kepanitiaan untuk MTQ tingkat provinsi juga mulai disiapkan, meski masih menunggu arahan resmi dari LPTQ provinsi.
“Syukur alhamdulillah yang sudah terbentuk itu kepanitiaan MTQ tingkat kabupaten. Kami juga sudah mempersiapkan kepanitiaan MTQ tingkat provinsi, cuman sampai saat ini kami menunggu undangan rapat koordinasi LPTQ provinsi, karena memang ini ranah dan kewenangan provinsi,” katanya.
Kamran menegaskan, pihaknya akan mengikuti seluruh tahapan dan mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi. Namun demikian, komitmen untuk menjadi tuan rumah tetap menjadi prioritas utama.
“Beliau (Bupati) sudah mengatakan sama kami juga termasuk kepada Pak Sekda, artinya buat yang terbaik untuk pelaksanaan MTQ baik tingkat kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.
Lebih lanjut, LPTQ Kabupaten Malinau bersama Wakil Bupati Jakaria juga telah melakukan pertemuan dengan Ketua LPTQ Provinsi Kaltara, Datu Iqro Ramadhan. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan kesiapan Malinau sekaligus membahas langkah administratif yang diperlukan.
Pihak provinsi meminta adanya surat resmi dari Bupati Malinau sebagai bentuk kesediaan menjadi tuan rumah. Setelah itu, penetapan resmi akan dituangkan melalui surat keputusan gubernur.
“Nanti setelah ditandatangani bupati akan kami sampaikan kepada ketua LPTQ provinsi. Mudah-mudahan Senin atau Selasa sudah kita bisa kirim ke provinsi kesiapan menjadi tuan rumah yang di SK-kan oleh gubernur,” bebernya.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari LPTQ Provinsi Kaltara, pelaksanaan MTQ tingkat provinsi direncanakan berlangsung pada Juni 2026. Namun, jadwal pasti masih menunggu keputusan dari gubernur.
“Cuman tanggal belum ditentukan, mungkin menunggu kesiapan Pak Gubernur, tanggal berapa, minggu ke berapa, itu nanti ditentukan lebih lanjut, karena sampai saat ini kita belum melaksanakan rapat dan belum juga diundang oleh provinsi untuk kegiatan dimaksud,” tuturnya. *