Upaya intervensi fisik juga telah masuk dalam skema darurat. Pemerintah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menciptakan hujan buatan apabila tingkat kekeringan sudah melampaui ambang batas kritis. Selain itu, warga di zona rawan akan menerima peringatan dini secara otomatis melalui pesan singkat ke ponsel masing-masing.
“Kami tidak hanya mengandalkan fisik di lapangan, tapi juga memastikan teknologi peringatan dini bekerja agar respons bisa dilakukan dalam hitungan menit,” tambah Buyung.
Penegakan Hukum dan Partisipasi Publik
Mengingat mayoritas kasus karhutla berawal dari faktor manusia, kepolisian daerah telah meningkatkan intensitas patroli pengawasan. Aparat akan menindak tegas segala bentuk praktik pembersihan lahan (land clearing) dengan cara dibakar yang menyalahi aturan.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghentikan seluruh aktivitas pembakaran sampah atau lahan selama periode kering ini. Partisipasi publik sangat krusial; warga diminta segera menghubungi layanan darurat di nomor 112 jika melihat kepulan asap mencurigakan di lingkungan mereka demi mencegah eskalasi api yang lebih besar.