Home Borneo Awas Bahaya Beruang Madu! Kenali Cara Mengusir Satwa yang Teror Warga Marah Haloq Kutim
Borneo

Awas Bahaya Beruang Madu! Kenali Cara Mengusir Satwa yang Teror Warga Marah Haloq Kutim

Share
Bahaya dan cara mengusir beruang madu
Seekor beruang madu (Helarctos malayanus) menunjukkan cakar panjangnya yang tajam saat berada di habitat hutan Kalimantan.Foto:IST
Share

IKNPOS.ID – Munculnya predator di lingkungan pemukiman bukan lagi sekadar isu di Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kutai Timur. Intensitas kemunculan satwa dilindungi jenis beruang madu (Helarctos malayanus) yang kini hampir terjadi setiap hari memaksa otoritas terkait untuk menetapkan status waspada bagi warga setempat.

Fenomena ini kian mencekam setelah induk beruang dengan bobot estimasi 60 hingga 70 kilogram terpantau merambah dari RT 5 hingga RT 1. Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur telah menerjunkan tim penanganan sejak Jumat, 3 April 2026, namun keberadaan satwa tersebut masih sulit terlacak akibat pergerakannya yang sangat dinamis.

Peringatan BSBCC: Beruang Madu Bukan Hewan Jinak

Meski memiliki postur paling kecil di antara keluarga beruang lainnya, Bornean Sun Bear Conservation Centre (BSBCC) memberikan peringatan keras mengenai risiko serangan satwa ini. Beruang madu memiliki taring panjang dan cakar yang sangat tajam yang secara alami berfungsi untuk merobek kayu keras.

“Beruang madu umumnya pemalu, namun mereka bisa berubah menjadi sangat agresif dan menyerang tanpa peringatan jika merasa kaget, terpojok, atau saat sang induk sedang melindungi anaknya,” ungkap pakar dari BSBCC. Deforestasi yang masif di wilayah Kalimantan menjadi pemicu utama mengapa satwa ini kini lebih sering berkonfrontasi dengan manusia di area pemukiman demi mencari sumber makanan.

Panduan Mengusir Beruang Menurut Ditjen KSDAE

Guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) merilis protokol khusus bagi masyarakat untuk mengusir beruang madu secara aman tanpa harus melukai satwa dilindungi tersebut:

Kebisingan sebagai Senjata: Gunakan suara-suara keras seperti meriam bambu, petasan, atau memukul benda logam (panci/drum). Beruang memiliki pendengaran sensitif dan cenderung menghindari gangguan bising.

Paparan Cahaya Terang: Saat malam hari, gunakan cahaya lampu yang sangat terang atau api. Satwa ini secara naluriah takut pada cahaya yang menyilaukan dan panas api.

Share
Related Articles
Borneo

Proyek Gedung DPR hingga MA di IKN Tetap Jalan, Tak Terdampak Efisiensi Anggaran

IKNPOS.ID - Pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN)...

Pembatalan uang transport ormas Kaltim
Borneo

Buntut Gaduh di Medsos, Pemprov Kaltim Resmi Batalkan Rencana Uang Transport Ormas

IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) akhirnya mengambil langkah tegas...

Borneo

Polisi dan Warga Kompak Bersihkan Drainase di Sungai Parit, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

personel Polsek Penajam bersama masyarakat turun langsung melakukan kerja bakti memperbaiki drainase...

Borneo

Propam Polda Kaltim Gelar Gaktibplin, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Personel Polres PPU

Komitmen menjaga marwah institusi terus diperkuat.