Home Borneo Lima Daerah Penyangga Siaga Kepung Karhutla di IKN Lewat Strategi Pagar Betis
Borneo

Lima Daerah Penyangga Siaga Kepung Karhutla di IKN Lewat Strategi Pagar Betis

Share
Strategi Pagar Betis Karhutla IKN
Personel BPBD Kaltim siaga peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan di kawasan penyangga IKN.Foto:IST
Share

IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperketat proteksi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah antisipatif ini terwujud melalui implementasi strategi “Pagar Betis”, sebuah sistem pengamanan berlapis yang melibatkan sinergi lima wilayah penyangga di sekitar ibu kota baru.

Kepala BPBD Kaltim, Buyung Budi Purnomo, menegaskan bahwa lima daerah meliputi Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat telah berkomitmen penuh. Kelima wilayah ini akan langsung menerjunkan personel dan peralatan ke titik api jika kebakaran terdeteksi di area IKN.

“Kesepakatan ini merupakan hasil konkret rapat koordinasi lintas instansi. Kami menyatukan kekuatan agar IKN memiliki benteng pertahanan yang solid terhadap potensi bencana api,” ujar Buyung di Samarinda.

Waspada Kemarau Ekstrem dan Curah Hujan Rendah

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kalimantan Timur diprediksi menghadapi musim kemarau yang lebih kering dari biasanya. Fase kekeringan mulai menyentuh wilayah IKN pada medio Juni hingga Juli 2026, dengan puncak kerawanan pada Agustus mendatang.

Kondisi ini diperparah dengan prediksi curah hujan kategori “bawah normal”. Fenomena tersebut menyebabkan kelembapan lahan menurun drastis, sehingga material organik di lantai hutan menjadi sangat mudah tersulut api.

Pemerintah saat ini memberikan atensi khusus pada beberapa titik merah (red zone) yang meliputi:

Kecamatan Sepaku (Penajam Paser Utara)

Kecamatan Samboja Barat (Kutai Kartanegara)

Seluruh kawasan Tahura Bukit Soeharto

Dominasi vegetasi hutan lahan kering dan tingginya aktivitas pembukaan lahan di area-area tersebut menjadi alasan utama penetapan status waspada tinggi.

Integrasi Teknologi dan Modifikasi Cuaca

Selain penguatan personel di lapangan, otoritas terkait memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk deteksi dini. Command Center Nusantara mengemban peran sentral dengan memantau pergerakan titik panas (hotspot) melalui citra satelit secara real-time.

Share
Related Articles
Bahaya dan cara mengusir beruang madu
Borneo

Awas Bahaya Beruang Madu! Kenali Cara Mengusir Satwa yang Teror Warga Marah Haloq Kutim

IKNPOS.ID – Munculnya predator di lingkungan pemukiman bukan lagi sekadar isu di...

Borneo

Warga Sepaku Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Diterkam Buaya di Kawasan IKN

IKNPOS.ID - Seorang warga yang tinggal di kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara...

Borneo

Imbas IKN, Permintaan Rumah di Balikpapan Diprediksi Naik pada 2026

IKNPOS.ID - Permintaan rumah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur diperkirakan akan meningkat...

Beruang madu masuk pemukiman Kutim
Borneo

TEROR Beruang Madu di Telen Kutai Timur: Satwa Liar Dekati Rumah Warga, BKSDA Turun Tangan

IKNPOS.ID - Keresahan mendalam tengah menyelimuti warga Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen,...