Aliansi menilai kondisi tersebut berpotensi merusak tata kelola pemerintahan serta membuka ruang penyalahgunaan wewenang.
“Yang kami suarakan adalah penghentian nepotisme. Karena itu akar dari berbagai persoalan, termasuk potensi korupsi,” tegasnya.
“Kami memastikan bahwa pergerakan ini adalah murni aspirasi yang lahir dari kegelisahan kolektif. Kantor Gubernur dan DPRD adalah simbol kedaulatan rakyat, maka di sanalah suara kami harus menggema paling keras. Kami mengimbau semua pihak untuk tetap menjaga ketertiban, namun ketegasan kami dalam menuntut hak tidak akan goyah pada 21 April nanti,” ungkap salah satu narahubung aliansi massa.
Peserta Aksi dan Tuntutan
Berdasarkan data sementara panitia, sedikitnya 4.075 orang telah terdaftar sebagai peserta aksi.
Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, buruh, organisasi masyarakat, hingga komunitas pengemudi ojek online (ojol).
Keterlibatan pengemudi ojol menjadi salah satu perhatian dalam rencana aksi ini.
Aliansi Mitra Kaltim Bersatu yang mewadahi para pengemudi menilai kondisi ekonomi saat ini turut berdampak pada sektor informal, termasuk penurunan pendapatan akibat melemahnya daya beli masyarakat.
Koordinator Aliansi Mitra Kaltim Bersatu, Lukman, menyebut kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak semakin memperburuk kondisi di lapangan.
Ia juga menyoroti dugaan nepotisme sebagai persoalan mendasar.
“Kami merasakan langsung dampaknya. Ketika kebijakan tidak berpihak dan ada praktik nepotisme, itu akan merugikan masyarakat luas, termasuk kami di lapangan,” ujarnya.
Seiring rencana mobilisasi besar tersebut, potensi terganggunya layanan transportasi daring juga mencuat.
Hal ini menyusul adanya ajakan kepada para pengemudi untuk ikut serta dalam aksi, meski keputusan akhir tetap diserahkan kepada masing-masing individu.
Selain melalui aksi jalanan, aliansi juga menempuh jalur formal dengan mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia.
Mereka meminta pemerintah pusat dan aparat penegak hukum turun tangan menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang disampaikan.