IKNPOS.ID – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BKP), Angga Raka Prabowo, menegaskan pentingnya akurasi distribusi program kesejahteraan setelah menemukan kasus anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan di lingkungan sekitarnya. Hal tersebut disampaikan Angga dalam peluncuran Buku Saku 0% Manfaat dan Kesejahteraan Tahun 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 8 April 2026.
Angga mengungkapkan bahwa dirinya merasa terefleksi saat menyadari masih ada celah dalam jangkauan program pemerintah terhadap masyarakat rentan. Ia mencontohkan temuan lapangan mengenai sebuah keluarga pemulung di wilayah Bogor yang memiliki kendala akses pendidikan bagi anak-anak mereka.
“Sebagai contoh saya punya cerita bahwa program-program Bapak Presiden ini yang menyentuh rakyat, bahkan saya sendiri juga agak tertampar begitu,” ujar Angga kepada wartawan.
Keluarga tersebut diketahui memiliki tiga orang anak, di mana dua di antaranya merupakan usia sekolah. Namun, Angga baru mengetahui bahwa anak-anak tersebut tidak pernah mengenyam pendidikan formal sama sekali.
“Kita tahu keluarga itu berprofesi sebagai pemulung. Tapi kita tidak pernah tahu bahwa keluarga itu memiliki tiga anak. Anak pertama usia delapan tahun dan yang kedua enam tahun. Keduanya ternyata belum pernah merasakan bangku sekolah sama sekali,” ungkap Angga.
Ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut kini telah ditangani melalui program ‘Sekolah Rakyat’ sehingga anak-anak tersebut dapat mulai bersekolah. Bagi Angga, temuan ini menjadi dorongan bagi pemerintah untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar sampai ke sasaran yang tepat.
Intervensi Gizi Melalui Makan Bergizi Gratis
Selain masalah pendidikan, Angga menyoroti persoalan gizi kronis di wilayah pemukiman. Berdasarkan pengamatannya pada salah satu sekolah di dekat tempat tinggalnya, mayoritas siswa berangkat ke sekolah dalam kondisi perut kosong.
“Sekitar 90 persen anak-anak di sekolah dekat rumah saya ternyata belum tentu sarapan pagi. Hari ini, alhamdulillah mereka sangat bersyukur karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah masuk ke sana,” jelas Angga.